DI TENGAH maraknya tren kesehatan di media sosial yang sering kali menyesatkan, masyarakat kini diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih informasi. Tidak sedikit diet instan atau suplemen viral dipromosikan tanpa dasar medis yang kuat. Namun, untuk urusan kesehatan usus, seorang ahli gastroenterologi memberikan panduan yang patut diperhatikan.
Baca Juga: Melapor di Propam Tanpa Rasa Takut, Polda Sulteng Gunakan Sistem Digital
Dokter spesialis gastroenterologi Joseph Salhab, MD, baru-baru ini membagikan daftar tujuh makanan terbaik untuk kesehatan usus yang layak dikonsumsi sepanjang tahun ini. Menariknya, beberapa makanan dalam daftar tersebut justru cukup mengejutkan, termasuk acar fermentasi yang selama ini jarang dianggap sebagai “sahabat usus”. Berikut daftar lengkapnya:
1. Kurma Segar, Si Manis Kaya Serat dan Polifenol
Kurma segar menempati posisi teratas dalam daftar makanan terbaik untuk usus. Menurut Salhab, kurma bisa dianggap sebagai “multivitamin alami” karena kandungan nutrisinya yang padat.
Meski rasanya manis, kurma dinilai tetap ramah bagi kadar gula darah dan kaya akan polifenol, yakni senyawa tumbuhan dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Selain itu, kandungan seratnya juga sangat baik untuk membantu kelancaran pencernaan dan menjaga kesehatan usus besar.
Baca Juga: Chelsea Terancam Kehilangan Sang Bintang, Cole Palmer Siap Angkat Kaki dari Stamford Bridge?
2. Acar Fermentasi, Probiotik Alami yang Sering Diremehkan
Acar mungkin bukan makanan pertama yang terlintas saat membahas kesehatan usus. Namun, Salhab menegaskan bahwa acar fermentasi alami tanpa cuka justru merupakan sumber probiotik alami.
Berbeda dengan acar berbasis cuka yang dapat membunuh bakteri baik, acar hasil fermentasi air garam menyimpan mikroorganisme bermanfaat yang mendukung keseimbangan bakteri usus. Hal serupa juga berlaku untuk makanan fermentasi lain seperti kimchi, sauerkraut, dan kefir.
3. Yogurt Yunani, Kombinasi Probiotik dan Protein Tinggi
Yogurt Yunani menjadi salah satu makanan unggulan untuk kesehatan usus berkat kandungan probiotik dan protein yang tinggi.
Baca Juga: Rashford Putuskan Masa Depan! Barcelona Jadi Prioritas, MU Terancam Kehilangan Bintang Inggris
Selain membantu menjaga populasi bakteri baik dalam usus, yogurt Yunani juga memiliki kadar laktosa yang lebih rendah dibanding yogurt biasa, sehingga lebih mudah dicerna. Ini membuatnya cocok untuk orang yang sensitif terhadap produk susu namun tetap ingin mendapatkan manfaat fermentasi.
4. Semangka dan Jeruk Nipis, Duo Segar Penjaga Usus
Kombinasi semangka dan jeruk nipis bukan hanya menyegarkan, tetapi juga dinilai memiliki manfaat besar untuk kesehatan saluran cerna.
Semangka dikenal kaya akan likopen, antioksidan kuat yang memberi warna merah khas dan berpotensi membantu menurunkan risiko gangguan pada usus besar. Sementara itu, jeruk nipis kaya akan vitamin C dan antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Baca Juga: PAW Anggota DPRD Sigi dari Perindo Dilantik
Bagi yang ingin camilan sehat, potongan semangka dengan sedikit perasan jeruk nipis bisa menjadi pilihan sederhana namun bernutrisi.
5. Roti Sourdough, Roti yang Lebih Ramah Pencernaan
Di saat roti sering dianggap sebagai pemicu kembung atau gangguan cerna, roti sourdough justru hadir sebagai pengecualian.
Salhab menyebut roti hasil fermentasi ini kaya akan serat dan prebiotik, sekaligus lebih ramah untuk pencernaan. Proses fermentasi alami pada sourdough membantu memecah senyawa tertentu yang biasanya sulit dicerna, sehingga membuatnya lebih nyaman bagi lambung dan usus.
Baca Juga: Libur Idul Fitri, Polres Sigi Gencarkan Patroli Malam
6. Brokoli, Penopang Kesehatan Usus dan Hati
Tak hanya usus, kesehatan hati juga memiliki hubungan erat dengan sistem pencernaan. Karena itu, brokoli masuk dalam daftar makanan penting untuk kesehatan usus.
Sayuran hijau ini mengandung sulforafan, senyawa aktif yang diyakini membantu meningkatkan aktivitas enzim detoksifikasi hati. Dengan fungsi hati yang optimal, proses penyaringan zat-zat sisa dari sistem pencernaan pun dapat berjalan lebih baik.
Menariknya, kandungan sulforafan paling tinggi justru banyak ditemukan pada batang brokoli.
Baca Juga: Ada Perayaan Lebaran Ketupat di Kelurahan Bantaya Parigi Moutong
7. Buah Beri, Kecil-kecil Kaya Manfaat
Kelompok buah beri seperti blueberry, raspberry, dan blackberry menjadi penutup daftar makanan terbaik untuk kesehatan usus tahun ini.
Buah beri kaya akan antioksidan, flavonoid anti-inflamasi, dan serat, yang sangat baik untuk mendukung sistem pencernaan. Kandungan serat yang tinggi membantu melancarkan buang air besar, menjaga rasa kenyang lebih lama, dan mendukung program pengelolaan berat badan.
Tak hanya itu, buah beri juga dikenal bermanfaat untuk membantu mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan mendukung kesehatan hati.
Baca Juga: Halal Bihalal Akbar di Morut, Undang Gubernur dan Penceramah Angelina Sondakh
Kenapa Kesehatan Usus Semakin Penting? Kesehatan usus kini menjadi salah satu fokus utama dalam dunia medis karena berhubungan erat dengan banyak aspek tubuh, mulai dari imunitas, metabolisme, kesehatan hati, peradangan, hingga risiko penyakit kronis.
Karena itu, memperbaiki pola makan dengan menambahkan makanan kaya serat, prebiotik, probiotik, dan antioksidan dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga tubuh tetap sehat dari dalam.
Menjaga kesehatan usus tak harus rumit atau mahal. Dengan memilih makanan alami seperti kurma, yogurt Yunani, brokoli, hingga buah beri, Anda sudah mengambil langkah besar untuk mendukung pencernaan yang lebih sehat. Di tengah banyaknya tren kesehatan instan, rekomendasi dari ahli seperti ini bisa menjadi panduan yang lebih aman dan terpercaya.***





