PALU — Guru Besar UIN Datokarama Palu, Prof. Zainal Abidin, menegaskan pentingnya peran guru dalam membangun karakter dan masa depan bangsa.
Di peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, ia menyampaikan peran guru bukan sekadar penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentuk akhlak dan moral generasi penerus bangsa.
Baca Juga: Warga Menerima Pekuburan Budha di Sibedi, Prof Zainal Tekankan Pentingnya Manfaat bagi Sesama
Menurutnya, tantangan pendidikan hari ini bukan hanya pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada upaya memperkuat pembinaan karakter di tengah kemerosotan moral yang mulai tampak dalam kehidupan generasi muda.
Karena itu, peran guru semakin vital dalam memastikan pendidikan berjalan dengan nilai, etika, dan akhlak sebagai fondasinya.
Baca Juga: Prof Zainal Abidin: Santri Punya Peran Penting Membangun Bangsa dan Menjaga NKRI
“Guru harus menjadi pelita bagi peserta didiknya. Mereka bukan hanya pendidik, tetapi juga pengayom dan rumah kedua bagi anak-anak yang dititipkan orang tua untuk menimba ilmu,” ujarnya Selasa (25/11/2025) di momen Hari Guru Nasional.
Prof. Zainal menekankan, pendidikan yang baik adalah keteladanan, bukan hanya kata-kata. Guru harus mampu menunjukkan sikap, perilaku, dan etika yang mencerminkan nilai yang diajarkan, karena menurutnya, karakter lebih mudah ditanamkan melalui contoh daripada sekadar teori.
Baca Juga: Semua Harus Menahan Diri, Prof Zainal Abidin Serukan Kedamaian dan Persatuan Bangsa
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penghormatan terhadap profesi guru. Perhatian terhadap kesejahteraan, akses pelatihan, serta dukungan profesional harus terus ditingkatkan agar guru dapat fokus menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.
Prof. Zainal turut menekankan pentingnya kesiapan guru menghadapi era digital. Perkembangan teknologi dan perubahan pola belajar generasi saat ini menuntut guru untuk adaptif dan terus belajar.
Baca Juga: FKUB Sulteng Apresiasi Peresmian Gedung Baru Sinode GKST di Tentena
“Guru hari ini harus melek teknologi. Perubahan dunia tidak bisa dihindari, dan guru harus menjadi bagian dari perubahan itu agar tidak tertinggal,” tegasnya. (*)





