TOLITOLI – Kontrak pekerjaan revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tanjung Batu di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, tinggal menghitung hari. Pada 11 Desember 2025, pekerjaan dengan pagu Rp1,3 miliar itu akan berakhir.
Tapi sayang, progres di lapangan terlambat atau tidak sesuai harapan. Sebab, jelang berakhirnya kontrak, progres pekerjaan RTH Tanjung Batu masih di bawah 80 persen.
Baca Juga: Revitalisasi RTH Tanjung Batu, Proyek Strategis Bupati Tolitoli yang Diragukan
“Progres masih 72 persen,” kata Kadis Perkim Tolitoli, Syafruddin A Rahman, dikonfirmasi beberapa hari lalu (22/11/2025).
Padahal, revitalisasi RTH Tanjung Batu diklaim sebagai proyek strategis Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya. Namun nyatanya, proyek ini bulan-bulanan jadi sorotan.
Tidak itu saja, kontraktor yang mengerjakan juga terbilang paling bonafid di Kabupaten Tolitoli, yaitu Suardin Amsal alias Bolong.
Baca Juga: Kadis Perkim Bela Proyek RTH Tanjung Batu, Ternyata Kontraktornya “Sultannya Tolitoli”
Meski pekerjaan RTH banyak sorotan, namun Dinas Perkim Tolitoli sebagai pengelola proyek ‘seolah pasang badan’. Dinas tetap optimis selesai tepat waktu, meski mereka membenarkan pekerjaan RTH terlambat.
“Terlambat, tapi tidak signifikan. Bobot terbesar di pekerjaan finishing,” sergah Kadis Perkim menjawab konfirmasi.
Disinggung peluang adanya addendum (perubahan) kontrak pekerjaan RTH, Kadis Perkim tidak menjawab secara gamblang. Ia hanya bilang sampai saat ini belum ada addendum. Kontraktor masih bekerja sesuai kontrak.
Baca Juga: Revitalisasi RTH Tanjung Batu Tolitoli Rp1,3 M Macet? Kadis Perkim Belum Beri Jawaban
“Belum ada addendum. Insyaallah selesai tepat waktu,” katanya tetap optimis.
Sebelumnya, proyek ini disoroti warga Tolitoli karena dikerjakan saat hujan deras. Warga meragukan kualitasnya, sebab CV Tolis Perkasa selaku kontraktor, berusaha mengejar progres dengan tidak memperhatikan kaidah pekerjaan konstruksi.
Bahkan, pekerjaan ini menjadi perhatian anggota DPRD Tolitoli, akibat para pekerja CV Tolis Perkasa melakukan pengecoran RTH di tengah hujan deras.
Selain itu, Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya tiba-tiba mengklarifikasi keterangan Kadis Perkim soal kontraktor yang mengerjakan proyek RTH.
Kadis Perkim bilang yang mengerjakan Suardin Amsal alias Bolong. Bolong hanya meminjam bendera perusahaan CV Tolis Perkasa. Namun Bupati Tolitoli buru-buru menyatakan bukan Bolong yang kerja proyek RTH, tapi Tommy.
Baca Juga: Proyek Strategis Bupati Tolitoli Molor, Progres Revitalisasi RTH Tanjung Batu Baru 32 Persen
“Itu pekerjaannya Tommy,” ujar Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya beberapa waktu lalu seperti dilansir media ini.
Sementara di lapangan terungkap dan bukan rahasia lagi, kalau hubungan Bolong dan Tommy ternyata ayah dan anak. Bolong tak lain ayah kandung dari Tommy. (*)
[





