Pimpin HUT Polhut ke-59 di Sulteng, Muhammad Neng Bacakan Sambutan Menteri Kehutanan

Pimpin HUT Polhut ke-59 di Sulteng, Muhammad Neng Bacakan Sambutan Menteri Kehutanan
Kadishut Sulteng Muhammad Neng saat memimpin upacara HUT Polhut ke-59 yang dilaksanakan di kawasan wisata Tahura Sulteng, Sigi. (Foto: IST).

SIGI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Kehutanan (Polhut) ke-59 di Provinsi Sulawesi Tengah dipusatkan di kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Kapopo, Desa Ngata Baru, Kabupaten Sigi, Selasa (30/12/2025).

HUT Polhut tahun 2025 mengusung tema “Sinergi Menjaga Hutan, Kolaborasi Membangun Negeri.”

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Talk Show Penyuluhan Kehutanan: Kadis Kehutanan Sulteng Dampingi Anggota DPR RI dan Kepala BP2SDM Jadi Pembicara

Peringatan ini diisi dengan upacara yang diikuti hampir seluruh peserta dengan mengenakan seragam Polhut.

Upacara dipimpin Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, S.T., MM.

Hadir pula Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, para Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Sulteng, serta sejumlah undangan.

Baca Juga: Dinas Kehutanan Evaluasi Pendampingan Program Perhutanan Sosial di Sulteng

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Neng membacakan sambutan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni. Menteri menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh Polisi Kehutanan Indonesia yang pada 21 Desember 2025 lalu genap berusia 59 tahun.

Menteri Kehutanan mengapresiasi dedikasi para rimbawan, khususnya jajaran Polhut, yang selama ini berada di garda terdepan menjaga kawasan hutan dan sumber daya alam.

Tugas perlindungan hutan dinilai tidak mudah dan memiliki risiko tinggi, terutama dalam mencegah dan menindak kejahatan kehutanan.

Baca Juga: Kunjungi KPH Lalundu, Kadishut Sulteng: Ketersediaan Data Bukti Keberhasilan Kerja

“Polhut adalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan perusak hutan. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian tersebut,” ujar Neng membacakan sambutan Menhut.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Polhut diharapkan aktif turun ke masyarakat melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Namun, jika diperlukan, penegakan hukum tetap dapat dilakukan, baik secara administratif, perdata, maupun pidana.

Baca Juga: RTnRHL Sulteng 2026 Dibahas, Kadishut: Lahan Kritis Daerah Kita Meningkat 9 Ribu Ha Lebih

Menteri Kehutanan juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keterpaduan, serta memperkuat kolaborasi lintas aparat penegak hukum dan lintas daerah. Hal ini dinilai penting untuk mewujudkan hutan yang lestari dan berkelanjutan.

“Tantangan pembangunan kehutanan ke depan tidak mudah. Perlu tata kelola kehutanan yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab yang bisa kita tunjukkan kepada publik,” lanjutnya.

Menutup sambutan, Menteri Kehutanan menekankan empat hal kepada jajaran Polhut.

Pertama, menjaga kedaulatan ekosistem sumber daya alam hutan. Kedua, menghayati peran dan tugas melalui aksi nyata perlindungan hutan yang lestari dan berkeadilan.

Baca Juga: Raih Penghargaan, Penyelenggara Penyuluhan Kehutanan Sulteng Terbaik VII Nasional

Ketiga, memperkuat solidaritas dan kebersamaan antaranggota. Dan keempat, menegakkan kode etik dan kode perilaku profesi.

“Dirgahayu ke-59 Polhut Indonesia. Terus berbakti, bersinergi, dan berkolaborasi dalam mengamankan hutan serta menjaga kedaulatan ekologis sumber daya hutan Indonesia,” tutup Neng.

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan atraksi bela diri dan peragaan bongkar pasang senjata api oleh personel Polhut.

Baca Juga: Sulteng Jajaki Kolaborasi Internasional untuk Pelestarian Hutan

Pada kesempatan itu juga diserahkan ucapan terima kasih kepada Polhut yang telah purna tugas, serta piagam penghargaan kepada Polhut terbaik dari lima KPH di Sulawesi Tengah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *