Oleh: Samsurijal Labatjo | Pemerhati Sosial Politik Sulawesi Tengah
PEMILIHAN Gubernur lewat DPRD, merupakan wacana yang mengerucut di rancangan undang-undang. Terbaru, Partai Demokrat setuju. Elitnya menyebut, politik dinamis kata Dede Yusuf. Tersisa PDIP. Bila voting 400 lebih suara anggota DPR RI akan menghadapi 110 F-PDIP.
Aura Pilgub DPRD sudah terasa di daerah – daerah. Termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah, yang memiliki delapan potensi sumber daya alam dan kekayaan sektor maritim dan isi perut dasar laut.
Baca Juga: Rolling Pejabat Sulteng Tak Untungkan Posisi Politik Gubernur Anwar Hafid
Sejumlah nama mulai bermunculan. Ada nama Gubernur Anwar Hafid, Wali Kota Hadianto Rasyid, Ketua DPRD Muhammad Arus Abd Karim, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan anggota DPR RI Dapil Sulteng Nilam Sari Lawira.
Kelimanya memiliki modal politik kursi di parlemen. Karena calon gubernur orbitnya ditentukan partai politik, maka Hadianto pasti masuk radar politik. Karena sukses membangun Palu, kira – kira begitu nanti pertimbangannya.
Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid di PTUN-kan, Jejak Hukum saat Bupati Morowali Terkuak
TES OMBAK
Ahmad H Ali di podcast Total Politik yang diposting di kanal youtube 9 Januari 2026 lalu menyebut, Gubernur Anwar Hafid sangat dramatis. Menyebut akibat tambang nikel negerinya hancur – hancuran di depan DPR RI dan menteri terkait perjuangan dana bagi hasil (DBH).
Pernyataan Ali dimuat sejumlah media arus utama. Jurnalnews.id, Deadline News dan koran Radar Sulteng. Masing – masing redaksi melihat sisi menarik dari podcast itu.
Baca Juga: Ahmad Ali Sentil Kebijakan Masa Lalu Tambang di Sulteng yang Diteken Anwar Hafid
Di laman sosial media, Ali pun ‘diserang’ balik atas pernyataannya. Ia disebut justru banyak memiliki tambang nikel di tanah kelahirannya. Ia diminta tanggung jawab, jangan hanya mengambil isinya.
Saling sindir keduanya tak lain adalah ‘tes ombak’ menjelang Pilgub 2029 mendatang. Sisa tiga tahun di kalender politik. Itu tidak lama. Secepat kalender Masehi.
Baca Juga: Ahmad Ali Temani Ketum PSI Kaesang Sarapan Nasi Kuning Palu
Setelah tahun baru, puasa ramadhan dan Idul fitri. Atau nantinya Pemilu lokal jatuhnya di 2030? Tetap vibe politik sangat cepat.
Politik sifatnya selalu dinamis. Boleh jadi sekarang ‘tes ombak’ besok dengan kepentingan yang sama satu tujuan. Bisa jadi saat ini bersama, lusa bubar dan saling mencari kepentingan masing – masing. (*)





