Wujudkan Pembangunan Inklusif Desa, Sikola Mombine–PKK Sigi Perkuat Sinergi Program PAKAGASI

Wujudkan Pembangunan Inklusif Desa, Sikola Mombine–PKK Sigi Perkuat Sinergi Program PAKAGASI
Yayasan Sikola Mombine berkolaborasi dengan PKK Kabupaten Sigi melaksanakan Regular Meeting Program PAKAGASI pada Kamis (5/2/2026), di salah satu hotel di Kota Palu. (Foto: IST).

SIGI – Yayasan Sikola Mombine terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan inklusif di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulewesi Tengah, melalui kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK lewat Program PAKAGASI.

Sinergi ini diwujudkan dalam kegiatan Regular Meeting Program PAKAGASI yang melibatkan PKK tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, Kamis (5/2/2026), bertempat di Best Western Hotel Palu Jalan Basuki Rahmat.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Bupati Vera Laruni Dukung Pembentukan Forum Multi Pihak di Donggala

Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat kerja sama lintas program guna memastikan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa.

Program PAKAGASI sendiri merupakan hasil kemitraan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Arbeiter-Samariter-Bund South East Asia (ASB-SEA), serta didukung oleh BMZ, Kementerian Kerja Sama Jerman.

Kegiatan ini diikuti oleh PKK Kabupaten Sigi, PKK Kecamatan Dolo Selatan, Sigi Biromaru, dan Gumbasa, serta perwakilan PKK dari Desa Lolu, Jonooge, Mpanau, Pombewe, Rogo, Bulubete, Bangga, Pakuli Utara, Simoro, dan Omu.

Baca Juga: Ibu-Ibu di Kolonodale Istiqamah Hadiri Pengajian Rutin Malam Jumat

Kegiatan diawali dengan testimoni Nelly Agustina, salah seorang ibu-ibu peserta Program PAKAGASI asal Desa Lolu.

Ia menceritakan manfaat yang dirasakan para ibu melalui Balai Belajar Kampung (BBK), khususnya dalam pengelolaan keuangan keluarga.

Melalui metode Kalender Usaha, kini para peserta lebih memahami pencatatan keuangan, pentingnya menabung, serta menyiapkan dana darurat sebagai penyangga ekonomi keluarga.

Baca Juga: Pemuda Sibalaya Utara Ikut Kemah Pembauran Pemuda di Bora

Nelly juga mengungkapkan, Program PAKAGASI yang dijalankan Sikola Mombine telah mendorong terbentuknya koperasi di tiga kecamatan di Kabupaten Sigi.

Koperasi tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi perempuan dan penyandang disabilitas melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), dengan mengedepankan prinsip inklusivitas, aksesibilitas, dan partisipasi.

Menurutnya, Program PAKAGASI telah memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat desa.

Baca Juga: Berhasil Turunkan Angka Stunting, Sry Nirwanti Apresiasi Kerja Keras PKK Tolitoli

Selanjutnya, Program Officer PAKAGASI, Novi Onora, M.Si., memaparkan capaian program hingga saat ini. Sebanyak 2.071 perempuan dan penyandang disabilitas telah terlibat dalam Kelas Balai Belajar Kampung di 10 desa yang tersebar di Kecamatan Sigi Biromaru, Gumbasa, dan Dolo Selatan.

Ia menjelaskan, Kelas BBK mengangkat berbagai isu tematik, mulai dari manajemen bisnis, kepemimpinan perempuan, literasi keuangan keluarga, kewirausahaan, pengurangan risiko bencana berbasis inklusi, hingga adaptasi perubahan iklim. Seluruh proses pembelajaran dilaksanakan secara partisipatif dan inklusif.

Baca Juga: Bangun Kemandirian dan Perdamaian, Sahabat Proposoku Poso Dibekali Penguatan Ekonomi

Novi menegaskan, Balai Belajar Kampung menjadi ruang edukasi inklusif bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya, serta terbuka bagi laki-laki yang ingin berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran di desa.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sigi, Dra. ST Halwiah, M.Si., dalam pemaparannya menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi desa, seperti ketimpangan gender, kerentanan penyandang disabilitas, dan persoalan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Raih Indonesia Innovation Excellence Award 2026, Warda Dg Mamala Dedikasikan untuk Masyarakat Morut

Ia menilai, PKK dan PAKAGASI memiliki tujuan yang sejalan, sehingga sinergi program menjadi kunci untuk memperluas sekaligus menjaga keberlanjutan dampak di masyarakat.

Sebagai penutup, Tim PAKAGASI bersama PKK menyusun rencana tindak lanjut secara partisipatif. Langkah ini menjadi komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam pelaksanaan program inklusif, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *