Rumah Bersama Masyarakat Dondo Dideklarasikan: Alimudin Didaulat Jabat Ketua, Hariyanto Sekretaris

Rumah Bersama Masyarakat Dondo Dideklarasikan: Alimuddin Didaulat Jabat Ketua, Hariyanto Sekretaris
Pengurus KKDST dan tokoh masyarakat Dondo memberikan keterangan resmi terkait pembentukan wadah berhimpun mereka, Sabtu malam (7/2/2026) di Kota Palu. (Foto: IST).

PALU – Bertempat di Wisma Haji Kota Palu Jalan WR Supratman, Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah (KKDST) secara resmi dideklarasikan pada Sabtu malam (7/2/2026).

Deklarasi dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KKDST periode 2026–2031.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Berhasil Turunkan Angka Stunting, Sry Nirwanti Apresiasi Kerja Keras PKK Tolitoli

Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi masyarakat Suku Dondo, sekaligus menandai lahirnya sebuah wadah bersama. Lahirnya KKDST diharapkan dapat menghimpun komunitas Dondo yang tersebar di berbagai daerah, baik di Sulawesi Tengah maupun di luar daerah.

Deklarasi dan pengukuhan dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Dondo, perwakilan keluarga besar komunitas Dondo dari sejumlah wilayah, serta jajaran pengurus yang telah ditetapkan.

Rumah Bersama Masyarakat Dondo Dideklarasikan: Alimuddin Didaulat Jabat Ketua, Hariyanto Sekretaris

Ketua Umum KKDST Alimudin (kiri) dan Sekjen KKDST Hariyanto (tengah)

Ketua Umum KKDST, Alimudin, SE, menjelaskan bahwa pembentukan KKDST dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sebuah “rumah bersama” bagi seluruh komunitas Dondo yang kini tersebar luas.

Baca Juga: Ayuning Hrdayani, Siswi SMA 1 Tolitoli Terpilih Jadi Putri Danau Poso 2025

“KKDST ini kita bentuk sebagai wadah, atau rumah bagi seluruh komunitas Dondo di seluruh Indonesia. Dengan adanya kerukunan ini, masyarakat Dondo bisa saling mengetahui keberadaan satu sama lain, berkomunikasi, dan saling membantu ketika menghadapi persoalan,” ujar Alimudin dalam keterangan persnya.

Masyarakat Suku Dondo, ujarnya, merupakan penduduk asli Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Saat ini jumlahnya sekitar 60 ribu jiwa.

Selain tersebar di Tolitoli, komunitas Dondo juga tersebar di sejumlah wilayah lain. Seperti Kabupaten Parigi Moutong, khususnya Kecamatan Palasa, Tomini, dan Moutong.

Baca Juga: Dinobatkan Putri Danau Poso 2025, Bupati Amran: Ayuning Kebanggaan Tolitoli

Penyebaran lainnya berada di wilayah Pantai Barat Kabupaten Donggala, meliputi Balukang, Siboang, Siwalempu, hingga Labean, termasuk yang beririsan dengan wilayah Kabupaten Sigi yaitu Desa Sidondo.

“Di Kota Palu sendiri, masyarakat Dondo juga cukup banyak. Bahkan di luar Sulawesi Tengah, komunitas Dondo telah menyebar hingga Kalimantan Utara, khususnya Kota Tarakan. Berdasarkan data kami, di wilayah tersebut terdapat sekitar 8.000 jiwa masyarakat Dondo,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Alimudin menilai kehadiran KKDST menjadi sangat penting sebagai wadah kerukunan untuk menjaga hubungan sosial, budaya, dan kekeluargaan masyarakat Dondo di mana pun berada.

Baca Juga: Tolitoli Banjir, Ketinggian Air Nyaris di Atap Rumah

“Semoga wadah ini, dapat menjadi tempat bernaung, berdiskusi, serta memperoleh pendampingan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di daerah masing-masing,” harap Ketua Umum KKDST.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal KKDST, Hariyanto, ST. Ia menambahkan, deklarasi di Palu merupakan langkah awal pembentukan struktur organisasi secara nasional. Saat ini, KKDST baru membentuk DPP.

“Ke depan, setelah DPP terbentuk, akan dibentuk Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah sesuai kebutuhan dan sebaran masyarakat Dondo. Semua berjalan berdasarkan AD/ART organisasi,” ujarnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Tolitoli

Hariyanto menegaskan, KKDST merupakan organisasi yang bersifat mandiri dan tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun. Prinsip ini ditegaskan untuk menjaga netralitas organisasi itu.

“Fokus organisasi ke depan, tetap pada kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan,” ujarnya.

KKDST juga berkomitmen untuk tidak terlibat kepentingan politik praktis. Dalam AD/ART sudah ditegaskan, organisasi tidak berafiliasi dengan partai politik.

“Bila ada anggota yang terlibat dalam kontestasi politik, itu merupakan hak pribadi, bukan sikap organisasi,” tegas Anto – sapaan akrabnya.

Baca Juga: Pemprov Sulteng Siapkan 5 Program Strategis Bidang Pendidikan di 2026

KOMITMEN DEKLARASI

Deklarasi malam itu juga dibacakan pernyataan resmi pembentukan KKDST. Pernyataan itu menegaskan kesadaran keluarga besar masyarakat Suku Dondo di Sulawesi Tengah, akan pentingnya persatuan, kesatuan, dan solidaritas sosial sesama warga.

Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, mereka sepakat membentuk organisasi kemasyarakatan bernama Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah (KKDST).

Baca Juga: Ramadan dengan Mobil Baru, Program Tukar Tambah Kalla Toyota Banyak Untungnya

Deklarasi turut memuat komitmen untuk menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, tolong-menolong, dan persaudaraan, khususnya bagi warga Suku Dondo yang berada di perantauan.

KKDST juga berpegang pada prinsip “Ito jo jo so ungga-ungga” yang bermakna “kita semua bersaudara”.

Baca Juga: SMARTFREN Luncurkan Jaringan 5G di Makassar, Dukung Akselerasi Digital Indonesia Timur

Prinsip tersebut menjadi landasan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah domisili masing-masing, menjaga harmonisasi sosial, serta menghormati adat istiadat setempat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *