Setahun Kepemimpinan Anwar-Reny, Ini Capaian dan Obsesi Ke Depan

Setahun Kepemimpinan Anwar-Reny, Ini Capaian dan Obsesi Ke Depan
Gubernur dan Wagub Sulteng, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido.

PALU – Kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan wakilnya Reny Lamadjido dalam menakhodai Sulawesi Tengah, pada 20 Februari 2026 genap sudah setahun.

Sebagai penanda perjalanan setahun, Pemprov Sulawesi Tengah melaksanakan doa bersama, zikir, buka puasa, serta penyaluran lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026).

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Anwar Hafid bertemu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng

Hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD, TNI–Polri, lembaga peradilan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga ribuan warga.

Gubernur Anwar Hafid mengklaim, pemerintahan Anwar–Reny di tahun pertama menjadi fase krusial untuk memperkuat tata kelola yang responsif dan berpihak pada masyarakat.

Meski kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada kapasitas fiskal daerah, roda pelayanan publik tetap dijaga agar tidak menurun.

Baca Juga: Bank Sulteng Sudah Salurkan 15.663 Beasiswa BERANI CERDAS

Kepemimpinan Anwar–Reny memilih menata prioritas dan memastikan program strategis tetap berjalan.

Di tahun pertama ini, Anwar Hafid juga mengklaim sejumlah indikator menunjukkan arah pembangunan yang relatif stabil. Ini ditunjukan Data BPS yang mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah tahun 2025 meningkat dari 72 menjadi 72,80.

Kemudian pertumbuhan ekonomi daerah juga bertahan sebagai salah satu yang tertinggi secara nasional, mencerminkan daya tahan ekonomi di tengah tekanan fiskal.

Baca Juga: Launching Sekolah Rakyat Terintegrasi, Anwar Hafid Tegaskan Ini Amanah Presiden Prabowo

PENDIDIKAN – KESEHATAN JADI PRIORITAS

Capaian positif Anwar – Reny ditopang program unggulan Sembilan Berani, terutama Berani Cerdas dan Berani Sehat. Fokus kedua program tersebut pada penguatan kualitas sumber daya manusia.

Pada sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat meningkat sepanjang 2025.

Pemprov Sulteng saat ini, sudah menggandeng sekitar 400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, untuk mendukung pembiayaan mahasiswa melalui skema Berani Cerdas. Mekanismenya yaitu ditransfer langsung ke kampus guna mempermudah akses.

Di bidang kesehatan, Berani Sehat menjadi bantalan ketika jutaan kepesertaan JKN dinonaktifkan secara nasional.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid, Kenalkan BERANI Sehat dan Cerdas Sulteng kepada Rakyat Indonesia

Di Sulawesi Tengah, saat ini lebih dari 111 ribu warga terdampak. Melalui kebijakan daerah, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP.

Tahun 2025 juga mencatat sejarah baru dengan terlaksananya operasi jantung terbuka pertama di rumah sakit milik Pemprov Sulteng yaitu RSUD Undata. Ini menandai peningkatan kapasitas layanan rujukan daerah.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Palu Hampir 2 Ribu, Wagub Reny Minta Pelajar Jauhi Pergaulan Bebas

Ke depan, kata dia, penguatan sektor kesehatan terus diarahkan pada peningkatan kualitas SDM. Pemprov menargetkan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis mulai 2026 melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama.

Bahkan, pembentukan rumah sakit pendidikan spesialis jantung juga masuk dalam rencana pengembangan layanan lanjutan.

KONEKTIVITAS WILAYAH

Dalam setahun terakhir, pemerintahan Anwar–Reny juga fokus pembangunan yang menyasar konektivitas wilayah.

Pembukaan dan peningkatan ruas jalan strategis, termasuk jalur Sausu–Sigi yang kerap terdampak longsor, menjadi prioritas guna memperlancar distribusi hasil perkebunan dan mobilitas warga.

Baca Juga: Berani Cerdas dan Sehat, Cara Gubernur Sulteng Anwar Hafid Lawan Kemiskinan dari Akarnya

Sektor transportasi udara turut diperkuat dengan pembukaan rute internasional serta rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026. Pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri juga didorong agar ke depan dapat berstatus embarkasi haji.

Selain itu, Palu dipersiapkan menjadi tuan rumah Fornas 2027 yang diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia. Agenda ini diharapkan memberi efek berganda bagi sektor perhotelan, UMKM, dan ekonomi rakyat.

RENCANA TAHUN KEDUA

Memasuki tahun kedua, ujar Anwar Hafid, ia dan Reny Lamadjido berobsesi meletakkan dasar pembangunan yang lebih terarah. Mulai dari penguatan SDM, layanan kesehatan, hingga konektivitas wilayah dan penggerak ekonomi daerah.

Perjalanan tentu belum sepenuhnya sempurna. Namun, satu tahun pertama menjadi fase penting dalam membangun pijakan, menjaga stabilitas, dan memastikan Sulawesi Tengah bergerak dengan arah pembangunan yang semakin jelas dan berdampak bagi masyarakat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *