PARIGI MOUTONG – Hujan deras terjadi di wilayah hulu pegunungan Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis (19/3/2026).
Kondisi ini disinyalir memicu terjadinya hari itu. Belum lagi ditambah dengan Sungai Moutong meluap.
Baca Juga: Kapolres Parigi Moutong Raih Gelar Doktor di Unhas
Akibatnya, tanggul di Dusun III Desa Lobu Kecamatan Moutong jebol. Ratusan rumah warga terendam di H-2 jelang lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Banjir terjadi sejak sekitar pukul 12.30 WITA siang hingga sore hari.
Air menggenangi Dusun II, III, dan IV Desa Lobu serta Dusun I hingga IV Desa Moutong Utara.
Baca Juga: Eksekusi Lahan di Parigi Dikawal Ketat Personel Polres Parimo
Ketinggian air bervariasi. Mulai 50 hingga 75 sentimeter di beberapa titik.
Data sementara, sekitar 50 rumah di Desa Lobu dan 70 rumah di Desa Moutong Utara diinformasikan terdampak.
Sejumlah ruas jalan desa juga ikut tergenang, sehingga aktivitas warga terganggu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Baca Juga: Wakajati Sulteng Pimpin Ekspose RJ Kasus Penganiayaan di Parigi Moutong
Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfons Saudale, turun langsung ke lokasi bersama personel dan aparat desa untuk penanganan awal.
Rombongan Kapolsek langsung meninjau titik tanggul yang jebol dan berkoordinasi mendatangkan alat berat guna menutup aliran air.
Menurut Kapolsek, tingginya curah hujan di hulu menyebabkan debit Sungai Moutong meningkat drastis hingga meluap ke permukiman.
Baca Juga: Eksekusi Lahan di Parigi Dikawal Ketat Personel Polres Parimo
“Kami bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan berkoordinasi agar tanggul segera ditutup,” ujar Felix.
Ia juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat hujan di wilayah hulu masih tinggi.
Masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, diminta segera mengamankan barang berharga dan mengutamakan keselamatan keluarga.
Baca Juga: Diguyur Hujan Berjam-jam, Palu dan Donggala Terendam Banjir
Selain penanganan darurat, perbaikan tanggul dan normalisasi sungai dinilai penting untuk solusi jangka panjang.
Pembersihan drainase di wilayah hilir juga diperlukan agar aliran air tidak terhambat.
Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk mendata kerugian warga sekaligus memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana. (*)





