PALU — Provinsi Sulawesi Tengah merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-62 pada 13 April 2026.
Di momen HUT tahun ini, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof Zainal Abidin, menyampaikan pesan penting tentang makna toleransi.
Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Alam dan Budaya Sulawesi Tengah
Prof Zainal mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, yang selama ini telah menjadi fondasi kehidupan di Bumi Tadulako.
“Di hari yang penuh makna ini, saat Provinsi Sulawesi Tengah memasuki usianya yang ke-62 tahun, izinkanlah kami selaku Ketua FKUB menyampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia kerukunan dan kedamaian yang selama ini senantiasa menyelimuti bumi Tadulako tercinta,” ujarnya.
Baca Juga: FKUB Sulteng Apresiasi Peresmian Gedung Baru Sinode GKST di Tentena
Ia menegaskan, perjalanan Sulteng di usia 62 tahun, bukan waktu yang singkat. Banyak tantangan dan cobaan telah dilalui, termasuk berbagai peristiwa besar.
Namun, masyarakat Sulawesi Tengah kata dia, tetap mampu berdiri bersama dalam keberagaman.
Menurut Prof Zainal, toleransi di daerah ini bukan sesuatu yang dipaksakan, melainkan tumbuh dari kesadaran bahwa masyarakat adalah satu keluarga besar meski berbeda agama, suku, dan latar belakang.
Baca Juga: Prof Zainal Abidin Sebut Guru Pembentuk Karakter Bangsa
Prof Zainal menggambarkan, kehidupan harmonis yang terlihat di berbagai daerah seperti Palu, Poso, Tentena, Luwuk, hingga Tolitoli. Di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat yang berbeda keyakinan tetap saling menjaga, membantu, dan menghormati.
Dialog antarumat beragama yang terus dibangun oleh FKUB sebagai upaya mencegah konflik. Setiap gesekan diselesaikan melalui musyawarah, sementara kesalahpahaman diluruskan dengan pendekatan yang mengedepankan kebersamaan.
“Kearifan lokal seperti mosintuwu menjadi kekuatan kita, yaitu bersatu dalam kebersamaan,” katanya.
Baca Juga: Bedakan Contoh dan Ajaran Nabi, Prof Zainal Abidin: Mana yang Harus Kita Ikuti?
Di momen HUT ke-62 tahun ini, FKUB Sulteng menegaskan tiga hal penting.
Pertama, toleransi adalah amanah leluhur yang harus diwariskan kepada generasi penerus.
Kedua, kerukunan tidak menghapus perbedaan, justru memperkaya kehidupan masyarakat.
Ketiga, menjaga kerukunan adalah tanggung jawab bersama, melibatkan tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: FKUB Sulteng Jalin Kerja Sama, Prof. Zainal: Donggala dan New York Punya Kesamaan
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sulawesi Tengah yang selama ini menjadi penjaga kerukunan, serta kepada para pemimpin lintas agama dan generasi muda yang terus merawat semangat persaudaraan.
“Selamat HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah. Semoga Sulawesi Tengah senantiasa damai, sejahtera, dan menjadi teladan kerukunan bagi seluruh Indonesia,” tutupnya.
Baca Juga: FKUB – IMIP Sepakat Memperkuat Toleransi Beragama di Kawasan Industri Nikel Dunia
FKUB Sulteng menegaskan, moderasi beragama akan terus disosialisasikan sebagai benteng utama dalam menjaga toleransi dan kerukunan di daerah tersebut. (*)





