BRI Ampana Edukasi Pegawai soal Mitigasi Bencana

BRI Ampana Edukasi Pegawai soal Mitigasi Bencana
Kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di kantor BRI Ampana. (Foto: IST).

TOUNA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ampana, menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una.

Kedua lembaga itu melaksanakan sosialisasi tanggap darurat bencana. Pengetahuan dan wawasan peserta soal mitigasi bencana diharap semakin bertambah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Timteng Terus Bergolak, Mentan Amran Sulaiman Pastikan Stok Beras RI Aman

Kegiatan sosialisasi bertempat di Kantor BRI Ampana, Jumat (17/4/2026).

Turut hadir Pimpinan Cabang BRI Ampana, Raden Beril Trianov. Seluruh pegawai dari Kantor Cabang, Unit Ampana, Unit Tete, hingga Unit Bunta, turut ambil bagian ikut kegiatan sosialisasi.

Raden Beril Trianov mengatakan, kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pegawai terhadap potensi bencana, terutama gempa bumi.

Baca Juga: Gubernur Sulteng Gala Dinner di Touna, Ajang Satukan Tekad Bangun Daerah

“Melalui sosialisasi seperti ini, kami ingin seluruh karyawan memahami langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Dengan begitu, respon bisa lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Dalam pemaparan, tim BPBD Touna menjelaskan prosedur tanggap darurat. Materi meliputi evakuasi hingga teknik penyelamatan diri.

Peserta juga dibekali cara aman saat gempa. Di antaranya berjongkok, berlindung, dan berpegangan pada struktur yang kuat.

Baca Juga: Ishak Adam: Pengadaan Tanah Sekolah Rakyat Touna Tak Ada Masalah

Kepala Seksi Analisis BPBD Touna, Ahsan dg Masese, mengapresiasi inisiatif BRI Ampana. Ia menilai, edukasi kebencanaan penting bagi semua pihak, termasuk sektor perbankan.

“Pengetahuan ini diharapkan bisa diterapkan, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Baca Juga: 14 Dokter Internship Bertemu Wabup, Komitmen Perkuat Layanan Kesehatan di Touna

Kegiatan berlangsung lancar dan disambut antusias peserta. BRI Ampana berharap, kemampuan pegawai dalam menghadapi situasi darurat semakin meningkat. Risiko kepanikan saat bencana pun bisa ditekan. (JEF)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *