Krisis Yamaha Berlanjut, Quartararo Pulang Tanpa Poin Setelah Dua Penalti Beruntun

Krisis Yamaha Berlanjut, Quartararo Pulang Tanpa Poin Setelah Dua Penalti Beruntun
Fabio Quartararo Gagal Finis di MotoGP Hungaria 2026, Dua Penalti dan Masalah Misterius Hancurkan Balapannya (instagram/@fabioquartararo20)

HUNGARIA – Performa buruk kembali menghantui Fabio Quartararo pada MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park.

Pembalap andalan Monster Yamaha itu gagal finis untuk pertama kalinya musim ini setelah mengalami masalah misterius pada motor Yamaha M1 yang membuatnya kehilangan daya saing sepanjang balapan.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Masa Depan Tidak Pasti! Ronald Araujo Masuk Daftar Jual Barcelona

Situasi semakin buruk ketika Quartararo harus menjalani dua penalti long-lap berturut-turut sebelum akhirnya memutuskan mundur dari lomba dengan empat lap tersisa.

Hasil mengecewakan tersebut membuat mantan juara dunia MotoGP itu kembali pulang tanpa poin untuk seri kedua secara beruntun, memperpanjang periode sulit Yamaha di musim 2026.

Awal Menjanjikan Berubah Jadi Mimpi Buruk
Balapan sebenarnya dimulai cukup baik bagi Quartararo. Kekacauan yang terjadi di Tikungan 1 membuka peluang baginya untuk naik ke posisi keenam dan bersaing di kelompok depan. Namun harapan itu hanya bertahan beberapa lap.

Baca Juga: Bagikan Kabar Mengharukan, Air Mata Bahagia Jessie J Usai Dinyatakan Bebas Kanker

Pembalap Prancis tersebut mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada motornya ketika mencoba mengikuti laju Jack Miller.

“Setelah apa yang terjadi di Tikungan 1, saya berada tepat di belakang Jack dan posisi saya tidak buruk. Tapi seketika itu juga saya merasakan ada yang salah,” ungkap Quartararo.

Masalah tersebut membuatnya kehilangan kepercayaan diri saat pengereman, area yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama sang rider.

Baca Juga: Ribuan Transaksi dalam Waktu Sembilan Jam, Rp3,3 Miliar Uang Nasabah BNI 46 Parigi Diduga Raib

Kehilangan Kendali Saat Pengereman
Seiring berjalannya balapan, Quartararo terus kehilangan posisi karena kesulitan mengendalikan motor saat memasuki tikungan.

Beberapa kali ia melebar hingga keluar lintasan dan masuk ke area kerikil.

“Saya kehilangan posisi saat pengereman, beberapa kali melebar, dan masuk ke area kerikil,” jelasnya.

Baca Juga: MTQ ke-31 di Sigi Dibuka Gubernur Sulteng: Mari Bumikan Nilai-nilai Alqur’an

Akibat insiden di chicane Tikungan 10, Quartararo dianggap tidak memberikan cukup waktu setelah mengambil jalan pintas lintasan. Steward pun menjatuhkan dua penalti long-lap yang harus dijalani secara beruntun.

Hukuman tersebut membuatnya terlempar jauh dari perebutan poin dan praktis mengakhiri peluang Yamaha untuk meraih hasil kompetitif.

Quartararo: Ada yang Salah di Mana-Mana
Usai balapan, Quartararo mengaku kesulitan menjelaskan secara spesifik sumber masalah yang dialaminya.

Baca Juga: Festival Lalampa, Kini Toboli Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulteng

Menurutnya, seluruh motor terasa tidak bekerja sebagaimana mestinya.

“Saat berhenti, saya merasakan paling banyak hal, tetapi ini terutama terasa seperti ada yang salah di mana-mana,” katanya.

Meski begitu, ia mengindikasikan bahwa gejala terbesar berasal dari bagian belakang motor.

Baca Juga: Duel Sengit Lawan Pedro Acosta Berbuah Kemenangan, Marquez Ungkap Kondisi Sebenarnya

“Perasaan yang muncul lebih tertuju pada bagian belakang, jadi itulah mengapa kami meneliti masalah ini,” tambah Quartararo.

Pernyataan tersebut langsung memunculkan spekulasi bahwa Yamaha mengalami gangguan teknis yang memengaruhi kestabilan motor sepanjang balapan.

Yamaha Curigai Ban Belakang Jadi Penyebab Utama
Menariknya, pihak Yamaha memiliki pandangan berbeda terkait penyebab masalah yang dialami Quartararo.

Baca Juga: Tak Perlu Olahraga Berat! Ini 5 Rahasia Turun Berat Badan Tanpa Menyiksa Diri

Direktur Tim Monster Yamaha, Massimo Meregalli, mengindikasikan bahwa persoalan tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari kerusakan teknis, melainkan pemilihan ban belakang medium yang kurang cocok dengan karakter motor Yamaha di Balaton Park.

“Kami menduga sensasi yang dirasakan Fabio mungkin disebabkan oleh ban belakang medium yang, karena kondisi dan keadaan lintasan hari ini, tidak cocok untuk motor kami,” ujar Meregalli.

Keputusan menggunakan ban medium ternyata berbeda dengan mayoritas pembalap Yamaha lainnya yang lebih memilih kompon lunak.

Baca Juga: Rafael Leao Ingin ke Barcelona: AC Milan Siap Melepas, Blaugrana Bergerak?

Menurut Yamaha, kombinasi kondisi lintasan dan karakteristik motor membuat ban medium gagal memberikan grip yang dibutuhkan Quartararo untuk mengerem dan berakselerasi secara konsisten.

Jack Miller Jadi Penyelamat Yamaha
Di tengah kesulitan Quartararo, Jack Miller justru mampu membawa Yamaha meraih hasil lebih baik.

Pembalap Australia itu berhasil finis di posisi kedelapan dan menjadi rider Yamaha terbaik pada balapan utama MotoGP Hungaria 2026.

Baca Juga: Mantan Dirut PT Cocoman Diduga Terseret Pelanggaran Tambang Kalbar, Laporan di Kejati Sulteng Jangan Diskriminatif

Meski demikian, hasil tersebut tetap jauh dari ekspektasi tim yang masih berjuang mengejar pabrikan-pabrikan Eropa seperti Ducati, KTM, dan Aprilia.

Quartararo Tidak Menemukan Sisi Positif
Biasanya pembalap masih bisa mengambil pelajaran berharga dari akhir pekan yang sulit. Namun kali ini Quartararo mengaku tidak menemukan hal positif apa pun untuk dibawa ke seri berikutnya di Brno.

Ketika ditanya apakah ada sesuatu yang bisa dipetik dari balapan Hungaria, jawabannya sangat tegas.

Baca Juga: Tur Eksibisi NSL Berakhir Sukses, Ilyas Nawawi Tekankan Semangat Silaturahmi

“Tidak, tidak. Kami tidak mengambil apa pun,” katanya singkat.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya frustrasi yang dirasakan Quartararo setelah akhir pekan yang penuh masalah dan jauh dari harapan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *