Wali Kota Palu di Peringatan Haul ke-47 KH. Mohammad Qasim Maragau

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, juga hadir di peringatan haul ke-47 KH. Mohammad Qosim Maragau yang dilaksanakan di Kota Palu.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, di peringatan haul ke-47 KH Mohammad Qosim Maragau.

PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, tak ketinggalan memeringati Haul ke-47 KH. Mohammad Qasim Maragau.

Peringatan haul ke-47 KH. Mohammad Qosim Maragau, diinisiasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran UIN Datokarama Palu, Minggu (7/9/2025).

Bacaan Lainnya

Peringatan haul dilangsungkan di Kedai Taman Ria, samping Masjid Al Mujahidin (Masjid Menara Miring), Jalan Diponegoro, Palu Barat.

Baca Juga: Final Piala Asprov Cup II 2025 di Donggala, Ditonton Langsung Ketua PSSI Sulteng Hadianto Rasyid

Peringatan haul ke-47 KH. Mohammad Qosim Maragau yang dihadiri Wali Kota Palu

Haul ini merupakan agenda tahunan Majelis Ta’lim Datokarama Universitas Islam Negeri (UIN) Palu.

KH. Qasim Maragau dikenal sebagai murid pertama pendiri Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua. Ia juga penggagas berdirinya IAIN – sebelum berubah menjadi UIN. Bahkan almarhum tercatat sebagai dekan pertama di Fakultas Ushuluddin di kampus tersebut.

Turut hadir di haul ke-47 antara lain, pejabat UIN Datokarama dan segenap jamaah Majelis Ta’lim.

Baca Juga: Rakor Pengendalian Inflasi Daerah: IPH Sulteng Turun 0,44 Persen karena Pengaruh Tiga Komoditas Strategis

Acara diawali dengan pembacaan riwayat hidup KH. Mohammad Qasim Maragau oleh Ketua Umum Majelis, Atif Muhyiddin Hishad.

Dilanjutkan sambutan pembina majelis, Habib Muhammad Sadiq, serta ceramah agama Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Datokarama Palu, Dr. Sidiq Ibrahim.

Wali Kota Palu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan itu.

Baca Juga: Kabinet Merah Putih Direshuffle Prabowo, Salah Satunya Menteri asal Donggala Sulteng?

“Riwayat hidup seorang kyai besar yang dimiliki Tanah Kaili yakni sosok KH. Mohammad Qasim Maragau, sangat menginspirasi dan patut diteladani,” ujarnya.

“Kita mendengarkan kisah beliau sebagai murid pertama dari Habib Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Guru Tua) yang luar biasa sepak terjangnya. Kita jangan pernah melupakan sejarah,” tambahnya.

Wali Kota Palu menilai haul tersebut semakin istimewa karena bertepatan dengan HUT Kota Palu ke-47.

Baca Juga: Ngopi Kerukunan di Kota Palu, Menjaga Toleransi dan Mendialogkan Bahagia Beragama

“Sehingga kita semua mendapatkan berkah dan doa dari pak kyai untuk kita semua yang hadir dari berbagai wilayah di Sulteng,” katanya.

Hadianto mengaku tidak pernah menyangka bisa menjadi Wali Kota Palu dengan latar belakang didikan pondok pesantren.

“Tentu saja adik-adik mahasiswa setidaknya bisa mencapai seperti yang saya raih saat ini bahkan bisa lebih lagi,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, ia mengajak jamaah menjadikan majelis taklim sebagai ruang untuk saling mengingatkan dan menguatkan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *