Kasus Bullying di MTs Sumari, Bupati Donggala Perintahkan Penanganan Serius dan Pendampingan Korban

Kasus Bullying di MTs Sumari, Bupati Donggala Perintahkan Penanganan Serius dan Pendampingan Korban
Ilustrasi korban A, saat dibullying dan alami kekerasan dari dua teman sekolahnya di Desa Sumari, Sindue, Kabupaten Donggala.

DONGGALA – Kasus bullying yang disertai kekerasan di Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, viral di media sosial.

Videonya ramai beredar di beberapa platform digital. Peristiwa itu terjadi baru-baru ini di Madrasah Tsanawiyah Desa Sumari.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Warga Sojol Donggala Terima Pembagian Ribuan Paket Olahan Ikan

Dalam video, terlihat seorang siswi berinisial A, mengalami kekerasan dari teman-teman sekolahnya sesama perempuan.

Menyikapi hal itu, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, sangat menyayangkan kasus bullying yang disertai kekerasan di Madrasah Tsanawiyahh Desa Sumari, Kecamatan Sindue.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kunjungi Stand Pameran Kabupaten Donggala, Bupati Vera Laruni Semringah

Kata Bupati, sekolah mestinya menjadi tempat dan ruang anak-anak untuk mengekspresikan potensinya. Anak-anak harus mendapat jaminan pendidikan yang baik, nyaman, dan aman dari segala hal yang mengganggu.

“Mestinya (kejadian di Desa Sumari) tidak terjadi, jika pihak sekolah benar-benar memastikan lingkungan bebas dari tindakan-tindakan yang tidak mendidik. Seperti bullying, kekerasan serta yang bersifat pelecehan lainnya,” kata Vera dalam pernyataan resminya kepada media, Sabtu (13/9/2025).

Atas kejadian tersebut, Pemerintah Donggala telah mengambil langkah cepat:

Pertama, Bupati Donggala memerintahkan Kadis Pendidikan Donggala dan Sekda untuk segera menindaklanjuti peristiwa bullying dan kekerasan tersebut.

Baca Juga: Perempuan Pengedar Sabu di Donggala Ditangkap, Polisi Sita Uang Puluhan Juta Rupiah

Kedua, sebagai pemerintah, akan diberi pendampingan bagi siswi yang menjadi korban bullying dan kekerasan di MTs Desa Sumari.

Ketiga, pemerintah kabupaten akan memerintahkan kepada pihak sekolah di wilayah Kabupaten Donggala agar meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing. Ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terjadi.

Baca Juga: Kabinet Merah Putih Direshuffle Prabowo, Salah Satunya Menteri asal Donggala Sulteng?

Keempat, pemerintah kabupaten menaruh harapan keterlibatan aktif keluarga dan orang tua dalam memberikan pengawasan dan pendidikan saat anak berada di rumah. Pengawasan bisa dilakukan dalam dua sisi, lingkungan sekolah dan rumah.

“Supaya bisa mencegah terjadinya aksi-aksi perundungan, kekerasan dan tindakan buruk lainnya,” tandas Bupati Donggala. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *