Aksi Demonstrasi Nelayan Touna Disayangkan, Ishak Adam: Jangan Anarkis!

Aksi Demonstrasi Nelayan Touna Disayangkan, Ishak Adam: Jangan Anarkis!
Wakil Ketua DPC Peradi Palu, yang juga advokat kelahiran Touna, Ishak P Adam. (Foto: IST).

PALU – Wakil Ketua DPC Peradi Cabang Palu, Ishak P. Adam, S.H., M.H., CLI, menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Nelayan Tojo Una-Una (Touna) terkait kegiatan survei seismic 3 dimensi di Teluk Tomini.

Aksi tersebut berlangsung pada 23 Desember 2025 di kantor Bupati dan Kantor DPRD Touna di Ampana.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: HUT Touna ke-22, Gubernur Sulteng Ingatkan Pembangunan Tak Hanya soal Ekonomi

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Rabu (24/12/2025), Ishak P. Adam menegaskan empat hal penting menyikapi dinamika unjuk rasa yang berakhir anarkis tersebut.

Pertama, ia mendukung sikap Bupati Tojo Una-Una yang menerima dan meneruskan aspirasi para aliansi nelayan Tojo Una-Una, guna menolak kegiatan survei seismic di Teluk Tomini yang merugikan para nelayan.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Bersaing di Final Lomba PBB dan Pidato Madago Raya

Kedua, mengutuk keras tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum-oknum para pengunjuk rasa, baik yang dilakukan di kantor DPRD Tojo Una-Una maupun dilakukan terhadap salah satu kader Golkar Touna, Saiful Wahid.

Ketiga, mendesak agar penyidik Polres Tojo Una-Una mengusut tuntas tindak penganiayaan terhadap Saiful Wahid, yang diduga lakukan di dalam areal masjid kompleks kantor Bupati.

Baca Juga: TMMD Ke-120 Resmi Dibuka di Kabupaten Tojo Una Una

Sebab hal itu sudah merupakan tindak pidana yang melanggar pasal 262 UU No 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) yang rumusannya “Setiap orang dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan di pidana penjara paling lama 5 Tahun, jika terjadi luka maka ancamannya 7 tahun”.

Keempat, unjuk rasa atau demonstrasi adalah ekpresi kolektif publik yang dijamin UU, akan tetapi jangan melakukan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan apalagi sampai merusak fasilitan umum.

Baca Juga: Pariwisata Togean Berkelas Dunia, Gubernur Anwar Hafid Harapkan Pengelolaan Berkelanjutan

Pria kelahiran Touna ini berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar penyampaian aspirasi tetap menjunjung tinggi hukum, etika, dan ketertiban umum.

“Silakan demo, tapi jangan sampai anarkis. Kita harus jaga daerah kita,” tegas Ishak dengan nada bijak. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *