TOLITOLI — Proyek pengaman pantai di Desa Galumpang, Kecamatan Dakopamean, Kabupaten Tolitoli, mendapat sorotan. Sebab, baru dua bulan selesai dikerjakan, kondisinya kini sudah rusak.
Proyek itu dikerjakan CV Lima R Basysyar dengan anggaran Rp1,8 miliar. Dananya bersumber dari APBD Tolitoli tahun 2025.
Baca Juga: Tim Gabungan Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Tolitoli
Proyek ini dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli.
Kontrak pekerjaan ini 180 hari kalender, terhitung mulai 1 Mei 2025 hingga 27 Oktober 2025. Namun di lapangan, hasilnya jauh dari harapan.
Kerusakan terlihat pada item utama. Revetment pantai atau talud penahan ombak tampak sudah retak di sejumlah titik. Cor betonnya bahkan sudah terlepas. Batu gajah sebagai pondasi terlihat jelas.
Baca Juga: Diguyur Hujan Berjam-jam, Palu dan Donggala Terendam Banjir
Kondisi ini membuat revetment terancam roboh. Tinggal menunggu waktu. Timbunan di bagian atas revetment juga bermasalah. Material timbunan sudah terbelah dan menunjukkan tanda-tanda longsor.
Warga setempat mengaku kecewa melihat kondisi pekerjaan pengaman pantai tersebut. Mereka khawatir air laut kembali naik dan menggenangi rumah-rumah warga. Padahal proyek itu diharapkan menjadi solusi perlindungan pantai.
“Proyek ini pakai uang negara. Kami minta diperiksa. Baru selesai dikerja, tapi sudah rusak begini. Bagaimana mau diharapkan,” keluh seorang warga.
Baca Juga: Alat Beratnya Diduga Digelapkan, Pengusaha Tolitoli Rugi Ratusan Juta
Warga menduga kualitas pekerjaan itu rendah. Mereka meminta pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, turun tangan memeriksa proyek tersebut. Mereka berharap ada tindakan sebelum protes warga meluas.
KONTRAKTOR DIAM, INI KATA KEPALA BPBD
Pelaksana kegiatan atau kontraktor pengaman pantai di Desa Galumpang, Jhonny Pongki, saat dikonfirmasi tidak menjawab pertanyaan wartawan.
Pesan yang terkirim di WhatsApp kontraktor tersebut terkirim alias centeng dua. Namun hingga berita ini tayang, Jhonny Pongki tak kunjung membalas pesan yang dikirimkan.
Baca Juga: Muhammad Neng Lantik Pengurus Tolitoli, Jadikan KKLR Rumah Kebersamaan
Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli Abdullah Haruna yang dihubungi Senin sore (19/1/2026), mengakui pekerjaan pengaman pantai di Desa Galumpang sudah rusak di beberapa titik. Penyebab kerusakan, kata dia, karena beberapa waktu lalu terjadi banjir rob.
“Ini mmg terjadi saat air rob kemarin. Tapi talud tidak pecah, hanya bagian pelesteran. Kami sudah periksa. Pada batu gajah memang kondisi begitu, aman. Kalau cor beton tidak ada yang terlepas,” jawab Kepala BPBD Tolitoli via pesan WhatsApp.
Baca Juga: Longki Djanggola Soroti PT CCM di Buol karena Dugaan Penguasaan Lahan
Pekerjaan itu, lanjutnya, saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Dan dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan kembali.
“Karena memang kemarin dihantam air rob yang cukup besar. Akan diperbaiki,” tandas Abdullah Haruna. (*)





