JAKARTA – Hujan deras yang terus mengguyur sejak beberapa hari lalu, membuat Jakarta kembali dikepung banjir.
Curah hujan di Jakarta dan sekitarnya masuk kategori sangat lebat hingga ekstrem. Akibatnya genangan air meluas di sejumlah wilayah ibu kota. Banjir rob juga jadi penyebab.
Rumah-rumah warga tergenang air. Jalanan juga demikian. Ketinggian air hingga ukuran betis dan paha orang dewasa.
Baca Juga: Komnas HAM Turun ke Aceh, Pastikan Hak Dasar Pengungsi Terpenuhi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat merespons kondisi tersebut. Dinas Sumber Daya Air (SDA) memaksimalkan pengoperasian ratusan pompa air, baik pompa permanen maupun pompa bergerak, di titik-titik rawan banjir.
Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta, Nugraharyadi, mengatakan pompa mobile dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang tidak terlayani pompa stasioner. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan.
Baca Juga: Anggota DPRD Golkar Morut Ikut Bimtek Kebencanaan di Jakarta
Saat ini, tercatat 668 unit pompa permanen beroperasi di 243 lokasi. Sementara itu, 536 unit pompa bergerak disiagakan di lima wilayah administrasi Jakarta.
Dinas SDA juga menyiapkan personel pasukan biru untuk mengantisipasi potensi banjir rob di kawasan pesisir.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya turut mengerahkan personel gabungan dari Brimob, Direktorat Lalu Lintas, dan Polair. Aparat disebar di berbagai titik banjir untuk memastikan keselamatan warga dan menjaga kelancaran aktivitas publik.
Baca Juga: Tinjau Banjir Sumatera, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Akses Darurat
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan pengamanan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam melindungi masyarakat di tengah situasi darurat.
Fokus pengamanan dilakukan di sejumlah lokasi strategis yang terdampak genangan cukup tinggi.
Beberapa titik yang dilaporkan tergenang antara lain Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, serta kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, khususnya di sekitar kantor kelurahan.
Baca Juga: Bertemu Kepala BP BUMN, Seskab Teddy Bahas Percepatan Hunian Bencana Sumatera
Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai puluhan sentimeter akibat luapan sungai.
Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas. Sejumlah ruas jalan mengalami kepadatan, sementara layanan Transjakarta terpaksa mengalihkan rute.
Dampak banjir juga terasa pada aktivitas ekonomi. Sejumlah pusat perbelanjaan dilaporkan sepi pengunjung. Mal dan toko tidak seramai dulu, atau sebelum banjir.
Sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta mengalami penundaan alias delay hingga beberapa jam.
Baca Juga: Politisi Amrullah Almahdaly Meninggal di Jakarta, Petang Ini Dimakamkan di Palu
Selain Jakarta, wilayah Bekasi dan Tangerang turut terdampak banjir akibat hujan yang tak kunjung berhenti.
Hingga kini, hujan masih berpotensi turun dalam beberapa waktu ke depan. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Warga Jakarta diminta tidak nekat menerjang banjir yang merendam jalanan. Karena kendaraannya bisa rusak akibat terendam air. (*)





