DPP Tolak Mundur, Muhammad Safri Tetap Masuk Bursa Ketua PKB Sulteng

Pengunduran Dirinya Ditolak DPP, Muhammad Safri Tetap Masuk Bursa Ketua PKB Sulteng
Gubernur Sulteng Anwar Hafid tiba di arena Muswil PKB Sulteng di Aston Hotel Palu, Rabu (10/12/2025). Tampak Muhammad Safri menjemput Gubernur Sulteng. (Foto: IST).

PALU – Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Sulawesi Tengah yang secara resmi dibuka Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar, berlangsung dinamis. Muswil digelar di Aston Hotel Palu pada 10 – 12 Desember 2025.

Ada yang menarik di momen Muswil jelang penetapan nama-nama calon Ketua DPW PKB Sulteng periode 2026 – 2031.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Enam Nama Calon Ketua DPW PKB Sulteng akan Dikirim ke DPP

DPP PKB menolak pengunduran diri Wakil Ketua DPW PKB Sulteng, Muhammad Safri, dari bursa calon ketua.

Safri sebelumnya menyampaikan niatnya mundur di momen sidang pleno yang dipimpin Ketua DPP PKB, Abdul Halim Iskandar. Namun, Gus Halim – sapaan akrab Abdul Halim Iskandar menegaskan, pencalonan Safri merupakan hasil pemetaan DPP, sehingga ia tidak diperkenankan menarik diri.

“Beliau tidak boleh mundur. Keputusan DPP harus ditaati,” ujarnya.

Baca Juga: Kode Politik Gubernur Anwar Hafid di Momen Muswil PKB Sulteng

Safri sendiri menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Namun ia tetap memilih mundur demi menjaga tradisi kaderisasi dan menghormati senior-seniornya di PKB.

“Dalam perjalanan politik saya, tidak mau berhadap-hadapan dengan senior. Saya selalu loyal,” tegasnya.

Baca Juga: PKB Pertimbangkan Ahmad Ali dan Anwar Hafid sebagai Bakal Calon Gubernur Sulteng

Ia juga menyatakan dukungan penuh kepada petahana, Rahmawati M. Nur, yang dinilainya sebagai kader terbaik PKB Sulteng.

Keputusan Safri untuk mundur terbilang mengejutkan, mengingat namanya tengah naik daun dan dikenal vokal memperjuangkan kepentingan masyarakat di Morowali dan Morowali Utara.

Baca Juga: Air Mata di Pelepuk Mualem (Muzakir Manaf)

Meski begitu, Safri menegaskan langkahnya bukan karena ambisi, melainkan prinsip.

“Kita bekerja dengan amanah, bukan mengejar jabatan. Santri itu bagaimana bermanfaat untuk sesama,” ujar Safri mantap. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *