Fakultas Kehutanan Untad–ROA Kuatkan Riset dan Aksi Lapangan

Fakultas Kehutanan Untad–ROA Kuatkan Riset dan Aksi Lapangan
Fakultas Kehutanan Untad Palu meneken MoU dengan ROA Sulteng. (Foto: IST).

PALU — Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) Palu, menjalin kerja sama dengan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Sulawesi Tengah.

Kolaborasi tersebut dituangkan dalam Nota Kesepakatan atau MoU pada Jumat (30/1/2026).

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Sulteng Jajaki Kolaborasi Internasional untuk Pelestarian Hutan

Kerja sama ini fokus pada penguatan pendidikan, riset terapan, dan pengabdian masyarakat di sektor kehutanan dan lingkungan hidup.

Kolaborasi diarahkan untuk menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tengah.

Ruang lingkup kerja sama meliputi riset berbasis tapak, penguatan kapasitas SDM, serta pendampingan masyarakat.

Baca Juga: Nilai Transaksi Hasil Hutan Rp20 M, Sulteng Peringkat Lima Nasional

Fokus kegiatan mencakup perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Mahasiswa dan dosen Fakultas Kehutanan Untad, akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan bersama ROA Sulteng. Kegiatan tersebut meliputi magang, penelitian partisipatif, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data ilmiah.

Baca Juga: Rekor Deforestasi di Morowali saat Anwar Hafid Bupati, 16 Ribu Ha Hutan Lenyap

Dekan Fakultas Kehutanan Untad, Prof. Dr. Ir. Yusran, S.P., M.P., mengatakan MoU ini memperkuat kemitraan yang telah berjalan. Selama ini, dosen dan mahasiswa kehutanan telah aktif dalam berbagai kegiatan ROA.

“MoU ini menegaskan kerja sama yang sudah ada. Dosen dan mahasiswa kami terlibat dalam kajian spesies, penyusunan rencana strategis, hingga aksi penanaman pohon,” ujarnya.

Direktur ROA Sulteng, Moch. Subarkah, S.P., M.P., menilai kolaborasi ini penting untuk memperkuat pendampingan masyarakat. Dukungan akademik dinilai mampu meningkatkan kualitas praktik di lapangan.

Baca Juga: Dinas Kehutanan Evaluasi Pendampingan Program Perhutanan Sosial di Sulteng

“Kehadiran dosen dan mahasiswa akan memperkaya pendampingan serta mendorong lahirnya inovasi pengelolaan hutan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kerja sama ini diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kolaborasi juga ditargetkan berkontribusi pada keberlanjutan hutan dan bentang alam Sulawesi Tengah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *