FALDY BHUCEK, King Tarkam dari Sigi

FALDY BHUCEK, King Tarkam dari Sigi
Faldy Bhucek saat menghadapi si kulit bundar. (Foto: dok pribadi).

Oleh: Aril (Ari Loru)

SIGI adalah kawasan agraris yang subur dengan potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Hidup dari genggaman cangkul, adalah anugerah yang membahagiakan bagi masyarakatnya, karena dari tanah itulah harapan tumbuh.

Bacaan Lainnya

Investasi besar-besaran Pemda Sigi di sektor pangan hari ini, mungkin adalah ijabah dari setiap tetesan keringat petani yang jatuh ke bumi tulus, ikhlas, dan menjadi penyangga ketahanan pangan negeri.

Sigi sendiri adalah kabupaten muda, belum genap berusia 20 tahun sejak berdirinya pada 24 Juni 2008. Maka optimisme akan kemajuan daerah harus dijunjung tinggi dalam kolaborasi tanpa sekat sektoral. Masih banyak ruang untuk tumbuh, dan masa depan itu menanti untuk digarap bersama.

Baca Juga: Air Mata Garuda di Pelupuk Mata Jay Idzes

Namun ada hal menarik yang kadang luput dari sorot pejabat berdasi: sepak bola. Dunia yang tidak mengenal isu kebencian, karena di atas lapangan pemain hanya menari dengan irama, rasa, dan cinta pada permainan.

Prestasi sepak bola Sigi juga tidak bisa dianggap sepele. Banyak akamsi “Anak Kampung Sini” yang saat ini bermain di klub masing-masing, bahkan di panggung Liga 2 Indonesia.

Tiga di antaranya, Fikri Ardiansyah, Agim Fariansyah, dan Fandi Pulu, adalah pemuda berbahaya dari Sigi yang mengguncang level nasional.

Baca Juga: Belum Move On dengan STY

Tak hanya di level profesional, liga amatir pun telah dikuasai anak-anak Sigi. Dan di dunia tarkam turnamen kampung yang keras dan legendaris itu ada satu nama yang tak terbantahkan: the one and only, Faldy Bhucek.

Pria humble dengan senyuman “beraroma santan dari Sidera” ini menjelma jadi predator ketika memasuki kotak finalti. Bhucek adalah ikon, pembawa berkah, dan penyelesai mematikan di setiap turnamen besar di Sulawesi Tengah. Track record-nya membuat namanya sulit dilewatkan begitu saja.

Nama Faldy Bhucek mungkin belum setenar tiga pemain yang berlaga di liga nasional. Namun naluri membunuhnya di depan gawang mengingatkan saya pada sosok Miroslav Klose tenang, dingin, dan mematikan ketika berhadapan satu lawan satu dengan kiper.

Baca Juga: Sumpah Pemuda dan Negeri Agraris

Pemain yang kini membela PSM Poboya itu telah mengukir banyak prestasi di turnamen open, di antaranya:

• Danki Cup 2024

• Bupati Cup Pasangkayu

• Kapolres Touna Cup 2025

• Kapolres Cup Banggai Kepulauan 2025

• Asyifa Walet Cup III

• Toiba Cup 2025

• Asnawi Rasyid Cup 2025

• Parampata Cup I Desa Loru 2024

• Beringin Cup I 2025

• Kapolres Cup Jilid I 2025

• Danrem Cup 2023

• Bupati Sigi Cup 2025

Maka tidak berlebihan kita, jika mengatakan the one and only king tarkam dari Sigi kepada Faldy Bhucek. Ada doa ibu melangit di setiap detak bola bergulir, kesuksesan Bhucek di tarkam tidak lepas dari restu ibu di pinggir lapangan meneriaki si buah hatinya.

Baca Juga: Pesan Terakhir

Sekeras apapun dunia yang kita jejaki, kalau sudah ridho darinya, maka ridho Ilahi mengikuti arah langkah kita. Setiap kecupan trofy selalu Faldy mengucapkan doa ibu.

Goud Luck Suvuku Yang Namomi

Semoga juga dengan adanya prestasi dari Akamsi, membuka panca indra dari kepengurusan KONI Sigi yang baru. Harapan baru untuk sepak bola yang maju. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *