PALU – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, buka suara dan akui ia marah terkait satu pohon yang ditebang di depan rujab Gubernur Jalan Prof. M. Yamin, Kota Palu, beberapa hari lalu.
Menurut Bupati Morowali periode 2007 – 2018 itu, kemarahannya soal pohon yang ditebang karena sangat menghargai legacy (warisan) para pendahulunya yang dengan susah payah menanam pohon tersebut.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Murka soal Penebangan Pohon Depan Rujab Siranindi
“Kalo tidak salah pohon itu ditanam oleh Gubernur Aziz Lamadjido. Puluhan tahun pohon itu dipelihara dari gubernur ke gubernur penerusnya. Pastinya, pohon itu dulu juga ditanam menggunakan dana APBD,” tegasnya melalui telepon, Rabu pagi, (24/12/2025).
Bahkan, Gubernur Anwar Hafid sangat menyayangkan jika hanya berdalih penataan jalan. Hal itu, kata dia, tidak urgen mengorbankan tanaman yang sangat berharga.
Baca Juga: Morowali 26 Tahun, Gubernur Tegaskan Lingkungan Harus Dijaga Tanpa Kompromi
“Apalagi pohon itu tumbuh di tengah kota yang sangat dibutuhkn oleh kita semua,” ujarnya lagi dari balik telepon.
“Lebih disayangkan lagi, yang ditebang itu adalah pohon mahoni yang susah sekali untuk tumbuh,” tambahnya.
Yang lebih spesifik, Anwar Hafid menyayangkan kemarahannya atas penebangan pohon tersebut diseret ke arah politik.
Baca Juga: Pengawasan Kendaraan ODOL di Lokasi Tambang Morowali dan Morut Diperketat
“Tidak ada urusannya dengan politik. Ini murni karena saya peduli terhadap tanaman yang bermanfaat untuk orang banyak. Apalagi pohon itu memang sengaja ditanam. Malah dulu saya di Morowali, pernah mendatangi rumah warga karena menebang pohon di depan rumahnya,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, penataan kota untuk meraih Adipura juga bukan semata-mata soal kebersihan. Tapi juga penataan lingkungan hidup, termasuk menjaga tanaman pohon.
“Karena itu seyogyanya, kita harus menanam bukan menebang,” imbaunya.
Baca Juga: Vale Indonesia Resmi Memulai Bisnis Nikelnya di Morowali, Gubernur Sulteng Resmikan Bahodopi Blok 1
Sementara, terkait dengan deforestasi hutan semasa menjabat sebagai Bupati Morowali, Gubernur Sulteng dengan Program Sulteng Nambaso ini menyatakan beda korelasi antara pohon di hutan dan pohon yang di tanam.
“Plus minus kegiatan pertambangan ada manfaat dan mudharatnya. Tapi terkadang kita hanya fokus pada sisi negatif semata,” tutupnya menegaskan. (*)





