Haul Guru Tua ke-58 Dilaksanakan 1 April 2026, Persiapan Terus Dimatangkan

Haul Guru Tua ke-58 Dilaksanakan 1 April 2026, Persiapan Terus Dimatangkan
Haul akbar pendiri Alkhairaat ke-58 tahun ini, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, diperingati pada 1 April 2026. (Foto: IST).

PALU – Pelaksanaan haul akbar pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, yang ke-58 tahun ini, terus dimatangkan.

Sejumlah pengurus, keluarga, dan yayasan menggelar rapat persiapan haul, pada Jumat (13/3/2026). Rapat membahas kesiapan teknis, penguatan nilai dakwah dan pendidikan, serta peran keluarga dalam penyelenggaraan haul.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Yayasan Masjid Al-Khairaat Pelaksana Haul Guru Tua ke-58, Muchsin Al Habsyi Ketua Panitia

Sebagai informasi, haul akbar Guru Tua ke-58 tahun 2026, dilaksanakan setiap 12 Syawal, atau tepatnya tanggal 1 April 2026.

Kegiatan Rauhah mengalami haul akbar, yang akan dibuka Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri pada 31 Maret 2026.

Ada juga kegiatan Festival Raudhah Sis Aljufri di kompleks Masjid Alkhairaat, untuk menyeramkan puncak kegiatan haul.

Baca Juga: Jelang Haul Guru Tua ke-58, Yayasan Masjid Al-Khairaat Temui Wali Kota Palu

Idrus bin Ali Alhabsyi mengingatkan, agar seluruh pihak menjaga niat dan akhlak. Jangan sampai muncul fitnah atau konflik yang dapat mencederai nilai spiritual haul akbar.

“Kita harus banyak istighfar dan menjaga hal-hal yang tidak baik,” harapnya.

Sosok Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, meninggalkan teladan besar bagi umat. Terutama dalam dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Haul ‘Khadijah in Kaili’ di Malam ke-11 Ramadan, Telah Menjadi Tradisi Keluarga

“Karena itulah, haul harus menjadi momentum meneladani perjuangan dan keikhlasan beliau,” kata Idrus.

Terungkap di rapat, sejumlah kebutuhan logistik mulai disiapkan. Beberapa sapi untuk konsumsi jamaah telah tersedia, begitu pula sekitar 70 ribu dos makanan. Dapur umum rencananya kembali ditempatkan di area pondok seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Pelaksanaan haul juga sangat bergantung pada partisipasi relawan yang selama ini menjadi kekuatan utama kegiatan haul akbar,” ujar beberapa peserta rapat.

Baca Juga: Kader Alkhairaat Pimpin Hanura Kota Palu

Dalam rapat itu juga disinggung wacana pengusulan Guru Tua sebagai pahlawan nasional. Keluarga disebutkan tidak pernah secara aktif meminta gelar tersebut.

“Kalau pemerintah memberikan penghargaan tentu kita bersyukur, tapi tidak boleh kita meminta untuk dianggap sebagai pahlawan nasional,” ujar salah seorang perwakilan keluarga.

Baca Juga: Habib Alwi Aljufri Tinjau Lokasi Pembangunan MDA Alkhairaat Huntap 1 Tondo

Sementara itu, Umar bin Idrus Alhabsyi menjelaskan haul ke-58 tahun ini akan dikelola oleh keluarga melalui Yayasan Masjid Alkhairaat. Haul bukan lagi di bawah koordinasi organisasi sebelumnya.

Menurutnya, hal itu berkaitan dengan keberadaan makam Guru Tua yang berada di kawasan Masjid Alkhairaat.

“Karena makam berada di Masjid Alkhairaat, kami sebagai keluarga merasa memiliki tanggung jawab langsung untuk melaksanakan kegiatan ini,” katanya.

Baca Juga: Ngopi Kerukunan Diupgrade, FKUB Sulteng – WVI akan Roadshow ke Daerah

Umar menambahkan, haul tahun ini akan menonjolkan teladan akhlak, dakwah, pengabdian sosial, serta perjuangan Habib Idrus dalam membangun jaringan pendidikan Alkhairaat.

Ia berharap kegiatan tersebut memberi manfaat bagi masyarakat dan menghadirkan suasana yang teduh serta penuh keberkahan.

“Orang yang datang harus pulang dengan kesan baik dan mendapatkan manfaat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *