Haul ‘Khadijah in Kaili’ di Malam ke-11 Ramadan, Telah Menjadi Tradisi Keluarga

Haul ‘Khadijah in Kaili’ di Malam ke-11 Ramadan, Telah Menjadi Tradisi Keluarga
Pelaksanaan haul Intje Ami Daeng Sutte, istri Habib Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua), pada malam ke-11 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. (Foto: IST)

PALU — Keluarga besar Intje Ami Daeng Sutte kembali menggelar haul untuk mengenang istri dari Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) tersebut.

Kegiatan ini merupakan tradisi keluarga yang rutin dilaksanakan setiap malam ke-11 Ramadan, bertepatan dengan tanggal wafat almarhumah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Yayasan Masjid Al-Khairaat Pelaksana Haul Guru Tua ke-58, Muchsin Al Habsyi Ketua Panitia

Haul Intje Ami tahun ini digelar di kediaman almarhumah Syarifah Sa’diyah di Kota Palu, salah satu putri Intje Ami.

Acara tersebut dihadiri oleh keluarga besar serta masyarakat yang ingin mengenang kiprah dan pengabdian almarhumah.

Pelaksanaan haul sepenuhnya diinisiasi oleh pihak keluarga dan telah menjadi agenda tahunan.

Baca Juga: Jelang Haul Guru Tua ke-58, Yayasan Masjid Al-Khairaat Temui Wali Kota Palu

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang peran besar Intje Ami dalam mendampingi perjuangan dakwah Guru Tua, khususnya pada masa awal pengembangan pendidikan dan syiar Islam di Sulawesi Tengah.

Dalam berbagai kesaksian keluarga, Intje Ami digambarkan sebagai sosok perempuan yang memiliki peran penting dan pengaruh besar.

Dalam biografinya, ia bahkan diibaratkan seperti Siti Khadijah, hingga disebut sebagai “Khadijah in Kaili”.

Baca Juga: Ketua DPRD Morut Serukan Spirit Persaudaraan di Momen Buka Puasa Bersama

Julukan tersebut merujuk pada pengorbanannya yang merelakan harta yang dimiliki untuk mendukung perjuangan pendidikan Alkhairaat.

Biografi tentang dirinya juga mencatat keteguhan, ketulusan, serta pengorbanan Intje Ami yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan dakwah yang kemudian berkembang luas.

Keluarga juga menjelaskan bahwa sebelum menikah dengan Guru Tua, Intje Ami pernah menikah sebelumnya.

Baca Juga: Kader Alkhairaat Pimpin Hanura Kota Palu

Dari garis keturunannya, salah satu cicit beliau adalah Fahmi Pettalongi, putra Prof. Suleman, yang dikenal sebagai mantan Rektor STAIN yang kini menjadi UIN Datokarama Palu.

Keluarga besar terus berkomitmen menjaga dan merawat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan almarhumah. Salah satunya melalui dokumentasi sejarah dalam bentuk buku biografi agar jejak pengabdian beliau tetap terarsipkan dengan baik.

Baca Juga: Habib Alwi Aljufri Tinjau Lokasi Pembangunan MDA Alkhairaat Huntap 1 Tondo

Bagi keluarga, pelaksanaan haul ini bukan sekadar tradisi tahunan. Namun sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga ingatan atas jasa seorang perempuan yang setia mendampingi perjalanan besar dakwah dan pendidikan yang dirintis Guru Tua di Sulawesi Tengah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *