Hendly Mangkali, Jurnalis yang Menjaga Kemanusiaan di Tengah Proses Hukum

Hendly Mangkali, Jurnalis yang Menjaga Kemanusiaan di Tengah Proses Hukum
Hendly Mangkali bersama pemain U-12 FC Putra Topaku, saat bermalam di rumahnya di Kota Palu, Kamis (18/12/2025), sebelum mereka bertolak ke Pati, Jawa Tengah, melakoni pertandingan.

PERSOALAN hukum yang dihadapinya terus bergulir di Pengadilan Negeri Poso, Sulawesi Tengah. Ia dilaporkan seorang pejabat negara di Kabupaten Morowali Utara terkait dugaan pelanggaran UU ITE.

Hari-hari Hendly Mangkali belakangan ini, tetap tenang dan kooperatif. Pria berambut gondrong dengan ciri khas topi terbalik itu, meyakini inilah yang terbaik saat ini. Ia menjalaninya dengan rasa tanggung jawab dan keteguhan hati.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Kajati Sulteng Apresiasi Capaian Kejari Morowali Utara

Kurun tiga bulan terakhir, Hendly telah mengikuti 11 kali persidangan di PN Poso, sejak 13 Oktober 2025 hingga sidang terakhir kemarin 16 Desember 2025.

Proses sidangnya, ada yang dihadiri langsung maupun melalui daring. Pada 6 Januari 2026 mendatang, sidang lanjutan Hendly kembali digelar.

Di balik rutinitas persidangan yang melelahkan, Hendly tetap menunjukkan sisi kemanusiaannya. Ia masih disibukkan dengan persiapan Natal, sekaligus menjalankan perannya sebagai orang tua.

Baca Juga: Anwar Hafid: Saya Bahagia Morowali Utara Terus Tumbuh

Bahkan, di sela agenda padat tersebut, ia masih meluangkan waktu mengurusi tim sepak bola U-12 asal Morowali Utara, yakni FC Putra Topaku.

Jauh sebelum proses hukumnya bergulir, Hendly seringkali turun membantu kaum papa di Kota Palu maupun Morut. Nyala kemanusiaan dalam dirinya selalu hangat dan terjaga.

Dan malam itu, Kamis (18/12/2025), sebanyak 18 orang pemain cilik FC Topaku yang akan bertolak ke Pati, Jawa Tengah, singgah bermalam di rumahnya di Kota Palu.

Baca Juga: HUT ke-12 Kabupaten Morowali Utara, Gubernur Sulteng Hadir

Tak banyak kata yang keluar dari mulut Hendly. Namun, pernyataannya menyiratkan penghormatan pada proses hukum dan rasa terima kasih kepada mereka yang menjalankan tugas dengan profesional.

“Puji Tuhan, sudah 11 kali sidang saya di PN Poso. Lebih sering saya hadir via zoom. Sejauh ini, saya mau menyampaikan terima kasih kepada majelis hakim, tim JPU, dan kepada Posbankum yang sudah profesional dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Hendly.

Baca Juga: Desa Molino di Morut Diterjang Banjir Bandang, Rumah Warga dan Kos-kosan Hanyut

Di tengah tekanan dan sorotan, ia memilih tetap menghargai proses, merawat harapan, dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Sebuah potret jiwa seorang jurnalis yang luar biasa. Menurutku, kebaikan masih bisa tumbuh, bahkan ketika ‘badai’ masalah sedang menerpa. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *