MOROWALI UTARA – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ketergantungan masyarakat pada energi listrik, warga Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, masih harus menghadapi persoalan klasik: listrik yang tak kunjung stabil.
Baca Juga: DPRD Morowali Utara Sahkan APBD 2026
Pemadaman listrik dilaporkan masih sering terjadi, bahkan berulang dalam sepekan, dengan alasan perbaikan jaringan. Namun, bagi warga, perbaikan tersebut seolah tidak pernah benar-benar tuntas.
“Kalau alasan PLN selalu perbaikan, tapi dari dulu sampai sekarang masih sering padam. Kami jadi bertanya, sebenarnya masalahnya di mana?” ujar salah seorang warga Bungku Utara, Jum’at (2/1/22026).
Baca Juga: Target Besar Golkar di 2029 untuk Morowali Utara
Keluhan serupa disampaikan beberapa ibu rumah tangga di kecamatan itu. Mereka mengaku aktivitas sehari-harinya kerap terganggu.
Pemadaman listrik tidak hanya menghambat pekerjaan rumah, tetapi juga berdampak pada pendidikan anak-anak.
“Anak-anak sekarang sekolah banyak tugas online. Kalau listrik mati malam hari, mereka tidak bisa belajar. Kami ini tinggal di daerah tambang besar, tapi listrik saja masih begini,” keluh ibu rumah tangga.
Baca Juga: Anwar Hafid: Saya Bahagia Morowali Utara Terus Tumbuh
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terkait keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan kelistrikan.
Warga menilai, hingga kini belum terlihat langkah konkret dan terukur yang mampu menjamin pasokan listrik ke Kecamatan Bungku Utara.
“Jangan sampai soal listrik ini cuma jadi janji manis waktu kampanye. Setelah terpilih, masyarakat dibiarkan terus mengeluh,” kata warga setempat.
Baca Juga: HUT ke-12 Kabupaten Morowali Utara, Gubernur Sulteng Hadir
Ironi semakin terasa mengingat Morowali Utara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tambang besar, khususnya nikel, yang menjadi komoditas strategis nasional.
Keberadaan industri tambang berskala besar, dinilai tidak sejalan dengan kondisi kelistrikan yang masih sering bermasalah di wilayah sekitar.
Padahal, listrik menjadi kebutuhan vital hampir di semua sektor kehidupan—mulai dari komunikasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika pasokan listrik tidak stabil, produktivitas warga pun ikut terdampak.
Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Dorong Sigi Jadi Sentra Pertanian Sulteng
Masyarakat berharap, pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan ini secara menyeluruh, bukan sekadar solusi sementara.
“Daerah tambang besar, tapi listrik masih sering redup. Kami hanya ingin listrik yang normal dan stabil, itu saja,” sesal warga. (*)





