Jasad Pendaki di Gunung Gawalise Sudah Dievakuasi Tim SAR

Jasad Pendaki di Gunung Gawalise Sudah Dievakuasi Tim SAR
Jasad pendaki yang meninggal di Gunung Gawalise, sudah dievakuasi Tim SAR pada Minggu (12/10/2025) sore. (Foto: IST).

PALU — Suasana malam di Kota Palu mendadak sibuk pada Sabtu (11/10/2025) jelang tengah malam.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu menerima laporan, ditemukan jasad seorang pendaki di Gunung Gawalise sekitar pukul 22.30 WITA.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Daftar Hotel di Kota Palu yang Recommended sebagai Tempat Menginap

Korban diketahui bernama Gate (40). Ia ditemukan tidak jauh dari area puncak gunung yang dikenal memiliki jalur pendakian curam dan menantang itu.

Begitu laporan masuk, tim rescue Kantor SAR Palu langsung bergerak cepat ke lokasi. Mereka berkoordinasi dengan TNI, Polri, Damkar Sigi, Komunitas Pecinta Alam, serta warga sekitar untuk melaksanakan evakuasi bersama.

Baca Juga: Wali Kota Palu di Peringatan Haul ke-47 KH. Mohammad Qasim Maragau

Perjalanan menuju titik penemuan tidak mudah. Jalur menanjak dan licin membuat proses evakuasi berlangsung lama dan penuh kehati-hatian.

Setelah tiba di lokasi, tim melakukan pemeriksaan awal, kemudian mengevakuasi jasad korban ke dalam kantong jenazah.

Evakuasi menuruni gunung berlangsung bergantian dan memerlukan tenaga ekstra.

Baca Juga: Ngopi Kerukunan di Kota Palu, Menjaga Toleransi dan Mendialogkan Bahagia Beragama

Setelah menempuh perjalanan panjang, jasad Gate berhasil dibawa turun pada Minggu sore, sekitar pukul 15.38 WITA. Kemudian diserahkan ke pihak rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Pada hari kedua operasi, tim gabungan berhasil mengevakuasi korban atas nama Gate, sekitar 200 meter dari puncak Gunung Gawalise,” ujar Kepala Kantor SAR Palu, Muh. Rizal.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid dan Wali Kota Hadianto Rasyid Makin Akrab di Momen HUT Palu ke-47

Rizal mengingatkan para pendaki agar selalu memperhatikan faktor keselamatan. “Pastikan kondisi fisik fit dan perlengkapan memadai sebelum mendaki, terutama di jalur yang cukup ekstrem seperti Gawalise,” pesannya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *