Jepang Setujui Hibah Studi Kelayakan Proyek Biogas di Palu

Jepang Setujui Hibah Studi Kelayakan Proyek Biogas di Palu
Pertemuan Wali Kota Palu dengan perwakilan Jepang, yang akan melakukan studi kelayakan sampah menjadi biogas di Kota Palu. (FOTO: IST).

PALU – Pemerintah Jepang menyetujui pemberian hibah untuk studi kelayakan proyek pengolahan sampah menjadi biogas di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Proyek ini digarap oleh konsorsium yang dipimpin PT Kanadevia Corporation bersama Kirkheaton Ltd dan sebuah perusahaan gas asal Jepang.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Ditinjau Gubernur Sulteng, Dapur MBG di Kecamatan Dondo Siap Beroperasi

“Persetujuan hibah ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mewujudkan proyek Biogas di Palu,” kata Direktur Operasional PT Kanadevia Indonesia, Aono Yasukazu, di Palu, Minggu (5/10/2025).

Kanadevia Corporation berdiri sejak 1934 di Osaka dan Tokyo. Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Tokyo dengan kapitalisasi mencapai US$304 miliar.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, Wakil Ketua MPR Tegaskan Anggaran PPPK Donggala Jadi Tanggung Jawab Pusat

Aono menjelaskan, untuk mendukung kelancaran proyek, pihaknya bekerja sama dengan Kirkheaton Co. Ltd. dan perusahaan gas Jepang. Mereka akan fokus pada pengolahan sampah kota menjadi energi terbarukan dan pupuk organik.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, bersama Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin dan Sekretaris Kota Irmayanti Petalolo, telah menggelar pertemuan dengan perwakilan konsorsium, Jumat (3/9/2025).

Baca Juga: Pembalap Muda Sulteng Meninggal Dunia di Ajang Race Cup Kapolres Banggai 2025

Dari pihak investor hadir Aono Yasukazu dan John Sliwowski, Kepala Perwakilan Kirkheaton Ltd di Indonesia. Mereka meminta dukungan Pemerintah Kota Palu, termasuk data produksi sampah dari sektor industri dan rumah tangga di Kota Palu dan kabupaten-kabupaten tetangga.

Wali Kota Hadianto menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung proses studi kelayakan.

Baca Juga: Festival Kuliner “Palu Rasa Bangkok” di PGM Selama 12 Hari

“Kami berharap studi ini cepat selesai agar kerja sama pembangunan biogas bisa segera ditandatangani,” ujarnya.

Saat ini, dua lokasi potensial di wilayah Kota Palu sedang dikaji sebagai calon tempat pembangunan proyek biogas tersebut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *