Keindahan Towale Pikat Gubernur Sulteng: Desa Wisata dengan Tenun Donggala Berkelas

Keindahan Towale Pikat Gubernur Sulteng: Desa Wisata dengan Tenun Donggala Berkelas
Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama beberapa pihak, termasuk Dinas Pariwisata Sulteng dan Dinas Pariwisata Donggala, saat meresmikan objek wisata Pantai Karampuana di Kabupaten Donggala, Selasa (9/12/2025).

DONGGALA – Desa Towale di Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, akan menjadi salah satu prioritas pengembangan desa wisata di Provinsi Sulawesi Tengah ke depan.

Hal itu disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat hadir di Desa Towale, Selasa (9/12/2025), membuka kegiatan Networking of Tenun Central Sulawesi dan peresmian objek wisata Pantai Karampuana.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Mulai 2026, Provinsi Kucurkan Bantuan Modal bagi Penenun Donggala

Dikatakan, Towale memiliki kekuatan budaya khas, terutama Tenun Donggala yang pada 2015 telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional. Potensi ini harus diangkat hingga ke level global.

“Tenun Donggala sudah nasional. Kini saatnya kita dorong kembali agar mendunia,” obsesi Gubernur Anwar Hafid.

Ia juga mengapresiasi tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap motif Donggala. Dalam berbagai kesempatan, Anwar Hafid mengaku konsisten mengenakan Batik Donggala.

Baca Juga: Pekarangan Rumah Jadi Sumber Uang dan Pangan, Pemdes Saloya Berdayakan KWT

“Sebagai bentuk promosi budaya daerah,” ujarnya.

Hal serupa ditunjukkan Ketua Dekranasda Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, yang aktif menggunakan Batik Donggala dalam aktivitas dinas.

“Kecintaan terhadap budaya harus dimulai dari diri sendiri,” ajak Anwar Hafid.

Gubernur turut menyambut kehadiran Presiden/CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Dr. Zulhal Bupan Mils, yang dinilai membuka peluang kolaborasi internasional bagi penenun Donggala.

Baca Juga: Kabupaten Donggala Terus Berbenah dan Bersolek

Kehadiran tokoh fesyen (tulis: fashion) dunia ini dianggap sebagai pintu masuk Tenun Donggala ke pasar global.

Sebagai dukungan nyata, Gubernur Sulteng memastikan pada 2026 pemerintah akan menyalurkan bantuan modal sebesar Rp5 juta untuk setiap penenun.

“Bagaimana caranya, supaya desain Tenun Donggala lebih diminati generasi muda, dengan motif yang sederhana dan menyesuaikan selera pasar,” sarannya.

Baca Juga: Bupati Vera Laruni Cari Pejabat yang Tepat Mengisi Pemerintahannya di Donggala

Sementara itu, Dr. Zulhal Bupan Mils menyampaikan apresiasi kepada Pemda Donggala, masyarakat Towale, dan para desainer lokal.

Kolaborasi lintas negara untuk mengangkat fesyen berbasis serat alami, agar mampu bersaing di tingkat dunia, ia dorong ke depan.

Baca Juga: Sore Ini ke Donggala, Ada Festival Musik Senja di Pelabuhan Lama

Kegiatan yang diikuti 223 penenun ini turut dihadiri Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, jajaran Pemda, desainer lokal, serta masyarakat setempat, dan ditutup dengan fashion show karya penenun Donggala. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *