Ketua FKUB Sulteng: Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Prof Zainal Abidin: Santri Punya Peran Penting Membangun Bangsa dan Menjaga NKRI
Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin. (Foto: IST).

PALU — Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyerangan menggunakan air keras oleh orang tak dikenal, Kamis malam (12/3).

Serangan itu menyebabkan korban mengalami luka serius dan memicu kecaman dari berbagai pihak.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Komnas HAM Kecam Aktivis KontraS Disiram Air Keras setelah Podcast Remiliterisme

Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat Andrie berada di ruang publik. Pelaku diduga telah menyiapkan cairan berbahaya sebelum menyiramkannya ke arah korban. Aksi itu membuat suasana di sekitar lokasi kejadian panik.

Tindakan tersebut dinilai sebagai perbuatan tidak berperikemanusiaan. Selain melukai korban, peristiwa itu juga mencederai rasa aman masyarakat, apalagi terjadi di tengah bulan suci Ramadan.

Baca Juga: Muhibbah Kerukunan, FKUB Sulteng Sambangi Perayaan Natal dan Tahun Baru di Palu

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin, mengecam keras aksi tersebut. Ia menilai penyiraman air keras terhadap sesama manusia merupakan tindakan keji dan tidak beradab.

Menurutnya, perbuatan itu juga bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Terlebih, kejadian itu berlangsung di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum untuk menebarkan kebaikan dan menahan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.

Baca Juga: FKUB – IMIP Sepakat Memperkuat Toleransi Beragama di Kawasan Industri Nikel Dunia

“FKUB Sulawesi Tengah meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. Penegakan hukum yang cepat dan profesional dinilai penting untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan,” kata Prof Zainal, Sabtu (14/3/2026).

Ia berharap, kasus ini menjadi perhatian bersama. Masyarakat diharapkan menolak segala bentuk kekerasan serta terus menjaga nilai persatuan dan kemanusiaan dalam kehidupan sosial. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *