AMERIKA – Di tengah kontroversi besar yang mengguncang skena hardcore dan alternatif, Experience band baru yang melibatkan mantan gitaris Turnstile, Brady Ebert, memastikan bahwa mereka tetap akan merilis EP debut mereka musim panas ini, meski Ebert kini tengah ditahan atas tuduhan serius berupa percobaan pembunuhan.
Keputusan itu diumumkan langsung oleh band melalui pernyataan resmi di media sosial, hanya beberapa hari setelah kabar penangkapan Ebert memicu gelombang reaksi di kalangan penggemar musik independen.
Baca Juga: Halal Bihalal Masyarakat Morut, Angelina Sondakh dan Rombongan Gubernur Tiba Pukul 11.00 Siang Ini
Situasi ini menjadi salah satu drama paling mengejutkan di dunia musik alternatif tahun ini, terutama karena kasus tersebut juga menyeret nama keluarga vokalis Turnstile, Brendan Yates.
Menurut catatan yang beredar, Ebert didakwa atas percobaan pembunuhan tingkat dua dan penyerangan tingkat satu. Ia dilaporkan pertama kali hadir di pengadilan pada 1 April, dan sejak penangkapannya, musisi tersebut disebut masih ditahan tanpa jaminan.
Belakangan, terungkap bahwa Ebert diduga menabrak William Yates, ayah dari Brendan Yates, menggunakan kendaraannya. Tuduhan tersebut semakin menggemparkan setelah Turnstile—yang telah memutus hubungan dengan Ebert sejak 2022—mengeluarkan pernyataan keras mengenai insiden itu.
Baca Juga: Perempuan di Rio Mukti Ikut Pelatihan Pengelolaan Ternak Babi
Band tersebut menyebut bahwa riwayat kekerasan Ebert memuncak ketika ia diduga mendatangi rumah orang tua Brendan dan menggunakan mobilnya untuk menabrak William Yates, yang mengakibatkan trauma fisik parah. Dalam pernyataan yang sama, Turnstile mengungkapkan rasa syukur karena William berhasil selamat dan telah menjalani operasi.
“Kami bersyukur bahwa Bapak Yates selamat, telah berhasil menjalani operasi, dan kami berharap hasil terbaik dalam pemulihannya. Kami tidak punya kata-kata lagi untuk Brady,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Di tengah situasi yang sangat sensitif itu, Experience memilih untuk tidak membatalkan rencana perilisan EP debut mereka yang berjudul Stay Present.
Baca Juga: The Strokes Kembali Mengguncang! Single Baru dan Tanggal Album Resmi Diumumkan
Dalam pernyataan resmi, band tersebut mengakui bahwa apa yang terjadi adalah sesuatu yang serius dan sangat menyedihkan, namun mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan proyek tersebut.
“Kami ingin menanggapi apa yang telah beredar minggu ini,” tulis mereka.
“Apa yang terjadi terkait Brady adalah hal serius dan sangat menyedihkan. Hati kami bersama semua orang yang terkena dampaknya. Kami tidak menganggap enteng hal ini. Pada saat yang sama, kami telah memutuskan untuk terus melanjutkan proses perilisan kami.”
Experience kemudian menjelaskan bahwa EP 12 lagu mereka dibangun di atas konsep menghadapi realitas secara langsung, sesuai dengan judulnya, Stay Present. Proyek itu disebut dibagi menjadi empat bagian atau gerakan, masing-masing merepresentasikan tahapan emosional dan mental:
Baca Juga: 3 Pemain Real Madrid Jadi Sorotan Usai Tumbang dari Bayern Munchen di Bernabeu
• Reaction sebagai impuls cepat dan spontan
• Control sebagai momen ketika keputusan mulai diambil
• Weight sebagai tekanan yang dibawa dalam diam
• Awareness sebagai kejernihan di tengah pergerakan
Namun, bagian paling mencolok dari pernyataan mereka adalah kalimat yang langsung memicu perdebatan luas di kalangan penggemar:
“Tidak ada penjahat dalam album ini.”
Band tersebut menambahkan bahwa seluruh lagu dalam EP itu berfokus pada “momen saat ini”, tanpa terjebak masa lalu atau masa depan. Mereka menegaskan bahwa konflik bukanlah inti dari karya tersebut, melainkan kesadaran.
Baca Juga: Strategi Sulteng Turunkan Angka Pengangguran Diuji Kemendagri
“Setiap lagu hidup dalam waktu sekarang. Tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan, hanya pilihan yang terjadi secara nyata. Tidak ada penjahat dalam album ini. Perjuangan hanyalah pengalihan perhatian. Tujuannya adalah kesadaran.”
Mereka pun memastikan bahwa Stay Present tetap akan dirilis sesuai rencana pada Juni 2026.
Di kolom komentar unggahan tersebut, anggota band Bobby Faithful tampaknya turut mengonfirmasi bahwa kontribusi Brady Ebert tetap akan terdengar dalam EP tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar riff gitar ditulis oleh Bobby, Zach, dan Brady, bersama sejumlah penampilan tamu lain.
Baca Juga: Sekdes Tamainusi Tersangka Baru Dugaan Korupsi CSR Tambang di Desanya
Dalam tanggapan lain, Bobby juga menyebut bahwa seluruh bagian yang melibatkan Ebert telah direkam sebelum insiden dan penangkapannya, menandakan bahwa band tidak mengubah materi utama yang sudah selesai digarap sebelumnya.
Nama Brady Ebert sendiri baru diumumkan sebagai bagian dari Experience bulan lalu, tak lama setelah perpisahannya yang penuh ketegangan dari The SET. Ia sebelumnya dipecat dari band tersebut pada Februari, dengan alasan “komentar dan perilaku yang tidak masuk akal terhadap anggota band dan komunitas kami.”
Saat itu, The SET bahkan nyaris merilis EP debut mereka, Self Evident Truth, yang dijadwalkan meluncur pada 6 Maret, sebelum akhirnya hubungan dengan Ebert berakhir secara terbuka.
Baca Juga: Metallica Tambah Dua Konser Spektakuler, Gandeng Suicidal Tendencies dan Spiritbox
Kini, keputusan Experience untuk tetap merilis Stay Present di tengah badai kontroversi dipastikan akan terus memicu perdebatan. Di satu sisi, ada karya yang telah selesai dibuat dan dianggap memiliki nilai artistik tersendiri.
Di sisi lain, nama Brady Ebert yang masih tercantum dalam proses kreatif membuat perilisan ini tak mungkin dilepaskan dari bayang-bayang kasus hukum yang sangat serius.
Yang jelas, EP debut Experience tak lagi sekadar menjadi perkenalan sebuah band baru—melainkan telah berubah menjadi salah satu rilisan paling kontroversial di skena musik bawah tanah tahun ini.***





