Kontroversi dan Keluhan Artis Sensasional Nikita Mirzani Selama Jalani Kasus Pemerasan Rp4 Miliar

Kontroversi dan Keluhan Artis Sensasional Nikita Mirzani Selama Jalani Kasus Dugaan Pemerasan Rp4 Miliar
Artis Nikita Mirzani. (Foto: FB/Nikita).

JAKARTA – Nama artis sensasional Nikita Mirzani seakan tak sepi dari sorotan. Sejak Maret 2025, Nikita telah ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta.

Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama rekannya, Mail. Mereka berdua terlibat dugaan pemerasan Rp4 miliar dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga: Perceraian Pesepakbola Pratama Arhan–Azizah Salsha Diketahui tanpa Sengaja

Korbannya, seorang dokter estetika sekaligus pengusaha skincare kenamaan, Reza Gladys.

Artis Nikita Mirzani. (Foto: FB/Nikita)

Kasusnya pun sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Beberapa pekan terakhir, Nikita bolak-balik menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kasusnya tak hanya menyita perhatian karena nilai dugaan pemerasannya, tapi juga karena sikap vokal Nikita di ruang sidang.

Baca Juga: Ivana Berliana, Putri Wisata Indonesia 2025 asal Morut yang Bercita-cita Jadi ASN

Dalam salah satu sidang belum lama ini, Nikita menuding negara telah “membuang” waktunya, lantaran ia harus mendekam di tahanan.

Sementara bukti perkaranya, seperti rekaman, belum diputar di muka sidang.

“Waktu saya sudah habis terbuang sia-sia,” ucapnya dengan nada kesal.

Baca Juga: Sri Mulyani Pamit dari Kemenkeu dengan Sebuah Pesan Kebangsaan

Ia bahkan sempat menolak kembali ke dalam tahanan sebelum rekaman dari pihak Reza ditayangkan di pengadilan.

Nikita menyebut tuduhan terhadap dirinya sebagai sesuatu yang “konyol”. Makanya ia mendesak rekaman yang ia miliki juga bisa dijadikan bukti baru.

KELUHAN KESEHATAN

Di balik dinding rutan, Nikita juga beberapa kali mengeluh soal kondisi kesehatannya. Ia sempat diperiksa di RS Polri karena sakit, meski akhirnya tidak sampai dirawat inap.

Baca Juga: Selamat Bekerja Ibunda Guru Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan

Pada Agustus lalu, ia mengaku crown giginya pecah. Di bagian itu terdapat implan yang menimbulkan rasa nyeri hingga membuat kepalanya terasa “kliyengan.”

Melalui kuasa hukumnya, Nikita kemudian mengajukan izin berobat ke dokter gigi. Menurut rekomendasi medis, kerusakan itu harus segera ditangani karena berisiko menyebabkan infeksi.

Nikita menilai, fasilitas medis di Rutan Pondok Bambu tak memadai untuk menangani kasus giginya.

Baca Juga: Pemprov Sulteng Menang Comeback Lawan Jurnalis Palu FC, Anwar Hafid Cetak Hattrick

Tak berhenti di situ, Nikita juga kembali mengeluhkan masalah lama: pengapuran tulang leher.

Ibu tiga anak itu pernah menjalani operasi di ruas leher ke-5 dan dipasangi pen. Tidur di kasur tahanan yang tidak sesuai standar, membuat lehernya kerap nyeri hingga muncul benjolan.

Saat ini, Nikita mengajukan surat izin berobat ke majelis hakim PN Jaksel, agar ia bisa mendapat perawatan medis yang lebih layak di luar tahanan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *