PALU — Haul ke-21 dan doa bersama untuk almarhum KH. Mansyur Muchtar, perintis Fakultas Dakwah UIN Datokarama Palu, berlangsung khidmat dalam rutinan Majelis Taklim Datokarama pada Minggu (16/11/2025).
Acara digelar di Kedai Taman Ria, Jalan Diponegoro, Palu Barat, mulai pukul 19.00 WITA hingga selesai.
Baca Juga: Politisi Amrullah Almahdaly Meninggal di Jakarta, Petang Ini Dimakamkan di Palu
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa. Kemudian dilanjutkan maulid, ceramah agama oleh da’i cilik An Naqib dan Wakil Dekan I FDKI, Mokh Ulil Hidayat, serta pembacaan manaqib atau riwayat singkat KH. Mansyur Muchtar.
Dalam ceramahnya, Ulil mengenang almarhum sebagai sosok dengan semangat dakwah yang tinggi, termasuk dalam hal menanam pohon.
Baca Juga: Wali Kota Palu di Peringatan Haul ke-47 KH. Mohammad Qasim Maragau
Dikisahkan, almarhum yang juga pimpinan Tarjih Muhammadiyah Sulteng di zamannya, sering mengajarkan pentingnya menanam pohon yang manfaatnya dirasakan manusia maupun makhluk lain.
“Beliau mengajarkan untuk menanam pohon yang tidak hanya berguna untuk manusia, tetapi juga bermanfaat untuk makhluk lainnya, seperti menjadi tempat tinggal burung,” ujar Ulil.
Baca Juga: Kajati Sulteng Hadiri Haul ke-19 Habib Abubakar Bin Abdullah di Parigi Moutong
Dari kisah itu, ia menilai almarhum memiliki nilai kepahlawanan yang tercermin dari dedikasinya dalam berdakwah dan memberi manfaat seluas-luasnya.
Nilai-nilai tersebut semakin ditegaskan lewat pembacaan manaqib oleh Defan Muhammad. Dalam riwayat singkat itu, almarhum digambarkan sebagai pribadi disiplin, religius, sederhana, dan berkontribusi besar dalam pengembangan dakwah serta pendidikan Islam.
Ketegasan dan komitmennya membangun Jurusan Dakwah menjadikan KH. Mansyur Muchtar dihormati masyarakat, keluarga, dan lingkungan akademik.
Baca Juga: Majelis Taklim Datokarama Kirim Doa untuk Presiden Prabowo di Hari Santri
Acara turut dihadiri Dekan FDKI Dr. Adam, jajaran pimpinan fakultas, Wakil Ketua KPID Sulteng Muhammad Ramadhan Taher, serta keluarga almarhum.
Salah satu putri almarhum, Dr. Sri Dewi Lisnawaty, yang juga dosen FTIK UIN Datokarama Palu, menyampaikan sambutan.
“Dalam profesi apa pun, kita jangan pernah lupa menjadi pendakwah. Dakwah bukan hanya tugas ustaz atau ustazah, tetapi kewajiban semua umat.
Rasulullah bersabda, ‘sampaikanlah dariku walau satu ayat.’ “Itu yang harus menjadi motivasi kita,” ujarnya.
Baca Juga: Doa dan Zikir Majelis Taklim Datokarama Palu di HUT ke-80 TNI
Dekan FDKI, Dr. Adam, menyampaikan sambutan penutup. Ia menegaskan komitmennya memperkuat fakultas. “Saya ingin fakultas ini menjadi fakultas yang kuat. Tidak pernah saya tinggalkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh civitas akademika untuk sungguh-sungguh membangun Fakultas Dakwah. Dirinya meminta mahasiswa menjaga jati diri sebagai bagian dari FDKI dan tampil sebagai teladan.
Baca Juga: Rektor UIN Datokarama Palu Raih Penghargaan Dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal
“Mahasiswa Dakwah memiliki identitas dan harus menjadi teladan. Dari sisi penampilan, mahasiswi harus memakai rok dan pakaian yang menutupi lekuk tubuh. Tidak boleh ada mahasiswi FDKI yang mengenakan celana, karena kita adalah Fakultas Dakwah,” tegas Adam.
Rutinan Majelis Taklim Datokarama malam itu ditutup dengan perayaan hari lahir AKBP Muhammad Ilham SH, salah satu putra almarhum KH. Mansyur Muchtar. (*)





