Merasa Diremehkan, Tokoh Pemekaran Morut Mengamuk di Dinas PUPR

Merasa Diremehkan, Tokoh Pemekaran Morut Mengamuk di Dinas PUPR

MOROWALI UTARA – Tokoh masyarakat Morowali Utara (Morut), Yusri Ibrahim, meluapkan kekecewaannya di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Morowali Utara, Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam video yang beredar dan diterima media ini, Yusri terlihat emosi saat berada di ruang pelayanan Bidang Cipta Karya.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Anwar Hafid: Saya Bahagia Morowali Utara Terus Tumbuh

Salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Morowali Utara di tahun 2013 itu, merasa diremehkan ketika mengurus izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Beginilah bobroknya Dinas PU Morowali Utara. Hanya mengurus PBG saja saya harus mengeluarkan uang sampai 70 juta lebih. Sudah ikuti sesuai mekanisme dan prosedurnya. Dan hasilnya, mereka akan rekomendasikan tidak layak karena daerah rumah saya adalah rawan longsor berdasarkan RTRW yang tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Yusri memberi keterangan video tersebut.

Baca Juga: HUT ke-12 Kabupaten Morowali Utara, Gubernur Sulteng Hadir

“Bangunan saya sudah ada sejak tahun 2016. RTRW itu katanya disosialisasikan tahun 2021. Kamu urus baik-baik ini bro. Sedangkan saya kalian pandang enteng. Bagaimana kalau masyarakat yang lainnya? Pak Kadis Destuber Mataoori urus baik-baik bapak punya staf. Pak Bupati Morowali Utara beginilah bobroknya pelayanan di kantor PU. Kami urus PBG agar bangunan kami resmi. Dan juga untuk menambah PAD. Tapi mereka persulit. Pak Bupati saya minta ini dievaluasi. Terimah kasih,” katanya lagi.

Dalam rekaman itu, Yusri juga tampak menunjuk salah satu staf yang disebut bernama Ronal Porotuo, di hadapan sejumlah pegawai lainnya. Ia bahkan menyebut pelayanan PBG “kampret”.

Pria berkepala plontos itu mempertanyakan konsistensi pelayanan yang ia terima. Sejak awal kata dia, tidak pernah ada penyampaian bahwa lokasi bangunannya dinilai tidak layak.

Baca Juga: Warda: Kesuksesan Golkar di Morut Bukan karena Ada “Superman”

“Kalau dari awal mereka bilang tidak bisa, ya kita tidak urus. Ini mereka yang suruh. Mereka yang rekomendasikan. Uang sudah keluar banyak. Akhirnya mereka kasih begini,” semprotnya penuh sesal.

Dalam peristiwa itu turut hadir anggota DPRD Morut yang juga Ketua Komisi I, Arief Ibrahim.
“Dia ini hadir bukan sebagai ponakan saya. Tapi untuk menyaksikan sendiri pelayanan disini,” kata Uci – sapaan akrab mantan Ketua KPUD Morut itu.

Baca Juga: Kedepankan Toleransi Sikapi Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah

Yusri terlihat tidak mampu menahan emosinya karena merasa dipermainkan oleh pelayanan birokrasi.

Nama Kepala Dinas PUPR Morowali Utara, Destuber Matoori, juga ikut disebut dalam pesan yang beredar di grup WhatsApp. Dalam pesan tersebut, sang kadis diminta segera membenahi kinerja stafnya.

Bahkan Bupati Morut diharap bisa mengatensi masalah tersebut.

Baca Juga: Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC Hanura Morowali Utara Resmi Dilantik

Sebagai informasi, apa yang dialami Yusri menambah daftar keluhan masyarakat terhadap pelayanan perizinan bangunan di Morut.

PBG merupakan dokumen legalitas penting yang memberi kepastian hukum bagi pemilik bangunan sekaligus berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga: Warda Pimpin Rapat Bamus, Bahas Perubahan Jadwal Persidangan DPRD Morut

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUPR Morowali Utara belum memberikan keterangan resmi terkait video Yusri yang marah-marah di Dinas PU. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *