PALU – Quotes Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag mengutip kalimat bijak dari seorang filosof asal Jerman, Johann Wolfgang von Goethe.
Goethe mengatakan, untuk apa hidupku jika aku tidak berguna untuk orang lain. Kata Prof Zainal, kalimat ini mengandung pesan moral yang mendalam.
Baca Juga: Ngopi Kerukunan Diupgrade, FKUB Sulteng – WVI akan Roadshow ke Daerah
Nilai seorang manusia, kata dia, tidak diukur dari apa yang dikumpulkan untuk dirinya sendiri. Melainkan sejauh mana keberadaannya memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Pesan filosofis Goethe, ujarnya, sejalan dengan prinsip religiusitas yang inklusif dan moderat.
Ia menekankan, kesalehan seseorang tidak boleh berhenti pada ritual peribadatan semata, namun harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang konkret.
Baca Juga: Prof Zainal Abidin Bawa Pesan Moderasi di Natal Nasional Papua Barat Daya
“Ukuran kemuliaan seseorang bukan terletak pada seberapa tinggi jabatannya atau seberapa banyak hartanya, melainkan pada seberapa besar manfaat kehadirannya bagi lingkungan dan sesamanya,” ujar Rais Syuriyah PBNU itu.
Dalam bingkai moderasi beragama, Prof. Zainal menjelaskan bahwa menjadi manusia yang berguna berarti mampu menjadi perekat di tengah keberagaman.
Baca Juga: Prof Zainal Abidin: Santri Punya Peran Penting Membangun Bangsa dan Menjaga NKRI
Baginya, setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menebarkan kedamaian tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun ras.
“Agama hadir untuk memuliakan manusia. Maka, salah satu cara menjalankan perintah agama ialah dengan menjaga kedamaian, kerukunan, dan kesejahteraan orang lain,” jelas ulamah yang juga Ketua FKUB Sulawesi Tengah itu.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat “menjadi berguna” sebagai gaya hidup sehari-hari.
Baca Juga: Guru Tua, Inspirasi Pendidikan dan Dakwah di Nusantara
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Inilah esensi dari moderasi beragama, di mana perbedaan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan memberikan manfaat,” pungkasnya. (*)





