PALU – Pemerintah menyiapkan operasi pasar atau OP, untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau dan stabil selama Ramadan 1447 Hijriah hingga Idul Fitri 2026.
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Palu dalam tiga hari terakhir bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tengah, memastikan intervensi ini menyasar pasokan dan distribusi komoditas strategis di tengah lonjakan permintaan.
Baca Juga: Polres Parigi Moutong Laksanakan GPM, Salurkan 1 Ton Beras Murah
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail, SH, MH, menyampaikan bahwa Satgas Pangan Polresta Palu memperkuat pengamanan pasokan dan harga pangan bersama lembaga terkait serta pelaku usaha.
Langkah ini dilakukan, kata dia, agar distribusi berjalan lancar dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali. Sinergi lintas sektor difokuskan pada kelancaran arus barang dari sentra produksi ke wilayah defisit.
“Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, khususnya Satgas Pangan Polresta Palu, mengupayakan berbagai terobosan dengan menggandeng pelaku usaha dan pedagang untuk bersama-sama menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil,” kata Kasatreskrim yang akrab disapa Boby itu.
Baca Juga: Komisi III DPR RI – Polres Sigi Sinergi Dukung Kemandirian Pangan
Apabila ditemukan pelaku usaha yang tidak sesuai ketentuan dan menaikkan harga sepihak, ia memastikan polisi tidak akan memberikan ruang gerak.
Pihaknya juga melakukan monitoring harga harian melalui Early Warning System, khususnya pada komoditas sensitif.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus di Angka Rp2.703.000 per Gram
“Koordinasi intensif kami lakukan dengan pelaku usaha BUMN dan BUMD agar pasokan lancar dan harga tidak melampaui harga acuan,” ujar Kasatreskrim.
Sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam dan minyak goreng, stoknya dipastikan terpenuhi serta harganya stabil. (*)





