ACEH – Memeringati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-77 yang diperingati setiap 10 Desember, Komnas HAM RI memilih cara yang berbeda.
Alih-alih menggelar upacara seremonial, lembaga ini turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di tiga provinsi: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Baca Juga: Komnas HAM Turun ke Aceh, Pastikan Hak Dasar Pengungsi Terpenuhi
Tahun ini, Komnas HAM menitikberatkan peringatan pada aksi nyata di lapangan. Delegasi Komnas HAM bersama perwakilan Sulawesi Tengah, Maluku, dan Aceh, melakukan pemantauan langsung di kawasan terdampak.
Ada dua fokus utama yang dikawal:
1. Melihat kondisi pengungsi
Memastikan hak-hak dasar mereka terpenuhi, mulai dari kebutuhan pangan, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.
Temuan di lapangan akan menjadi dasar evaluasi pemenuhan HAM pada masa darurat dan pemulihan.
Baca Juga: Air Mata di Pelepuk Mualem (Muzakir Manaf)
2. Menggali penyebab bencana
Menelusuri faktor lingkungan, tata ruang, maupun kebijakan yang diduga berkontribusi pada terjadinya banjir bandang.
Langkah ini menjadi bagian dari advokasi pencegahan bencana serta pemenuhan hak atas lingkungan hidup yang sehat.
“Komnas HAM terus memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan sesuai prinsip HAM,” ujar Ketua Komnas HAM RI, Anis Hidayah, usai mengikuti doa bersama, salat ghaib, dan menyerahkan bantuan untuk para korban di Kantor Komnas HAM Aceh.
Baca Juga: Tinjau Banjir Sumatera, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Akses Darurat
Ia menegaskan, peringatan Hari HAM harus selaras dengan kondisi masyarakat.
“Tragedi kemanusiaan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh adalah panggilan bagi Komnas HAM untuk hadir, memastikan hak-hak korban tidak terabaikan,” ujarnya.
Dihadiri Menko Yusril
Sebagai puncak kegiatan, Komnas HAM menggelar doa bersama di Kantor Komnas HAM Perwakilan Aceh.
Baca Juga: Respons Cepat, Trinusa Group Bantu Korban Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut
Acara ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi, Prof. Dr. Yusril Isra Mahendra, yang datang memberikan dukungan moral serta memastikan komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana.
Menko Yusril mengapresiasi pendekatan Komnas HAM yang langsung hadir di lapangan.
Baca Juga: Pascabanjir Besar, Aktivitas Tambang di Sumatera akan Dievaluasi Kementerian ESDM
“Kehadiran Komnas HAM di lokasi bencana adalah wujud roh Hari HAM: melindungi martabat manusia, terutama saat mereka berada dalam situasi terburuk. Pemerintah akan menindaklanjuti temuan terkait pemenuhan hak pengungsi dan mitigasi bencana,” tegasnya.
Doa bersama digelar untuk para korban meninggal dunia, kesembuhan bagi yang terluka, serta kekuatan bagi seluruh masyarakat di tiga provinsi yang terdampak banjir. (*)





