PALU – Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr Endi Sutendi, memberikan pesan khusus kepada personel Polda Sulteng yang menerima kenaikan pangkat terhitung mulai 1 Januari 2026.
Arahan tersebut disampaikan saat apel pagi di lapangan apel Polda Sulteng, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Polda Sulteng Kirim Bantuan ke Korban Bencana Sumatera Barat
Sebelum membacakan amanat resmi, Kapolda menyinggung tradisi pemasangan pangkat baru oleh pasangan bagi personel yang naik pangkat. Menurutnya, tradisi ini memiliki makna yang sangat mendalam.
Kapolda mengajak seluruh personel untuk memahami filosofi di balik tradisi tersebut.
“Kenaikan pangkat yang saudara sandang hari ini bukan hanya hasil usaha sendiri. Di dalamnya ada peran istri dan keluarga. Ada doa istri dan doa keluarga,” ujar Irjen Pol Endi Sutendi.
Baca Juga: Hadiri Apel Kasatwil, Kapolda Sulteng Tegaskan Dukungan pada Kebijakan Nasional
Ia menegaskan, perjalanan karier seorang anggota Polri tidak bisa dilepaskan dari dukungan keluarga. Doa dan pengorbanan istri serta keluarga menjadi bagian penting dalam setiap pencapaian.
Karena itu, Kapolda mengingatkan agar personel yang naik pangkat tidak bersikap sombong atau arogan, terutama kepada keluarga.
“Walaupun tidak terlihat secara langsung, doa istri dan keluarga itulah yang mengantarkan saudara sampai pada kenaikan pangkat ini,” tegasnya.
Baca Juga: Tutup Tahun, Ini Capaian Kinerja Polda Sulteng Sepanjang 2025
Lebih lanjut, Kapolda berharap kenaikan pangkat dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan dedikasi dalam bertugas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap, etika, dan moral, baik dalam kedinasan maupun kehidupan keluarga.
Menurutnya, pangkat baru adalah amanah yang harus dibuktikan dengan kerja nyata dan pengabdian yang tulus.
Baca Juga: Sulteng Lahan Empuk Peredaran Narkoba, 60 Kg Sabu Diamankan di Donggala
“Kenaikan pangkat bukan akhir perjuangan, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jadikan ini dorongan untuk terus memberikan yang terbaik bagi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara,” tandas Kapolda. (*)





