Polda Sulteng Patroli Skala Besar Selama 14 Hari ke Depan

Polda Sulteng menggelar patroli gabungan dalam waktu 14 hari ke depan
Apel gabungan di Mapolda Sulteng untuk giat patroli gabungan. (Foto: IST).

PALU – Polda Sulawesi Tengah menggelar patroli skala besar selama 14 hari ke depan. Sekitar 119 personel gabungan dilibatkan dalam giat ini.

Patroli skala besar dimulai pada 9 September hingga 22 September 2025.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: 5 Ribu Bibit Kelapa Ditanam di Sigi, Wagub Reny: Wujudkan Sulteng Tangguh, Ribuan Bibit Tambahan Disiapkan

Menurut Polda Sulteng, melihat perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Kota Palu dan Sulteng pada umumnya, dilakukan patroli besar. Ini langkah preventif dan preemtif.

Patroli melibatkan personel TNI, Polri, POM TNI, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca Juga: Rp23 M Proyek Fisik di Morut Dilelang saat Memasuki Musim Hujan

Kabid Humas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas, AKBP Sugeng Lestari mengatakan, kegiatan itu sebagai langkah preventif untuk menjaga agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Ini komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang bisa memicu konflik sosial,” ujar Sugeng Selasa (9/9/2025) malam di Palu.

Baca Juga: Ditunjuk sebagai Plt Ketua Dewan Komisioner LPS, Masa Jabatan Didik Madiyono hingga 24 September

Patroli skala besar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ini juga wujud kehadiran negara dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

“Pasca kejadian kemarin yang sempat mengganggu keamanan nasional, polarisasi sangat mungkin terjadi. Kami tidak ingin ada kelompok yang memanfaatkan situasi ini,” tegas Kasubbid Penmas.

Patroli gabungan juga membangun soliditas antar institusi dalam menjaga dan memelihara keamanan di Sulteng.

Baca Juga: Sri Mulyani Pamit dari Kemenkeu dengan Sebuah Pesan Kebangsaan

Patroli kali ini mengedepankan dialogis, untuk mendengarkan informasi serta berdialog dengan masyarakat yang dikunjungi.

“Kami ingin masyarakat merasa aman, sehingga aktivitas sehari-hari bisa berjalan tanpa gangguan,” harap Sugeng.

Demikian dengan adanya arus informasi yang begitu cepat utamanya di media sosial, Sugeng mengingatkan agar masyarakat tidak mudah termakan kabar bohong. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *