Polemik Kantor Gapensi Sulteng: Pengusaha Hasyim Hadaddo Bersikukuh, Hj Salmah: Ada Kwitansi Pembelian?

Polemik Kantor Gapensi Sulteng: Pengusaha Hasyim Hadaddo Bersikukuh, Hj Salmah: Ada Kwitansi Pembelian?
Ketua BPD Gapensi Sulteng, Hj Salmah Rahman (kiri) dan pengusaha Hasyim Hadaddo. Hasyim bersikukuh ruko dua lantai yang sekarang ditempati Gapensi di kompleks Palu Plaza adalah miliknya. (Foto: IST).

PALU – Pengusaha yang juga mantan Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sulawesi Tengah periode 2006-2016, Hasyim Hadaddo, bersikeras agar kantor BPD Gapensi Sulawesi Tengah di kompleks Palu Plaza, Kota Palu, segera dikosongkan.

Kantor berupa ruko dua lantai tersebut, diminta Hasyim dalam waktu tiga hari segera dikosongkan, terhitung mulai Senin (10/11/2025).

Bacaan Lainnya

Baca Juga: PETI di Hulu Sungai Taopa Aman-aman Saja, LSM Format Minta Polhut Gakkum Bertindak

“Kami minta kepada Ketua dan pengurus Gapensi Sulteng dibawah pimpinan Hj Salmah Rahman, segera mengosongkan kantor ruko dua lantai di Palu Plaza yang menjadi kantor Gapensi Sulteng, dalam waktu 3 hari kedepan Senin hingga Rabu,” kata Hasyim di rumahnya di Jalan Anoa, Palu, Minggu (9/11/2025), dikutip dari deadline-news.com

Hasyim yang saat itu didampingi kuasa hukumnya Gergorius Gere, meminta agar apa yang ia sampaikan dipenuhi ketua dan pengurus Gapensi Sulteng.

Menurutnya, ruko dua lantai yang sekarang dijadikan kantor Gapensi Sulteng, ia beli pada 2007 silam. Hasyim membelinya dari Annar Salahuddin Sampetoding yang juga owner PT Sulwod.

Baca Juga: Bikin Heboh, Polda Sulteng Dalami Dugaan Penggelapan Mobil Rental oleh Briptu Yuli Setyabudi

Sebelumnya, ruko itu digunakan oleh Rendy Lamadjido untuk kantor Gapensi Sulteng yang disewapakaikan dan atau dipinjamkan oleh Annar.

Lalu, Annar menjualnya ke Hasyim Hadaddo pada tahun 2007. Kemudian, dipinjamkan lagi ke Iskam Lasarika yang saat itu menjadi Ketua Gapensi Sulteng.

“Karena Iskam tidak mau jadi Ketua Gapensi Sulteng, kalau tidak dipinjamkan ruko itu untuk jadi sekretariat Gapensi Sulteng periode 2016-2020,” ujar pengusaha asal Morowali itu.

Baca Juga: Sebab Musabab Kematian Afif Siraja, Polda Sulteng akan Ungkap Secepatnya

Sebelum dikosongkan, ia mempersilakan ketua dan pengurus Gapensi Sulteng untuk mengambil seluruh inventaris kantor. Seperti meja, lemari, kursi dan ATK yang ada.

Kemudian, Hasyim menepis tuduhan kalau dirinya “mencuri” karena mengambil dokumen sertifikat HGB. Itu keliru dan pencemaran nama baik kata dia.

“Yang menyebut dan menuduh saya mencuri dokumen sertifikat, segera datang minta maaf. Karena sertifikat kantor Gapensi itu atas nama saya. Karena memang milik saya pribadi, bukan milik organisasi,” jelas Hasyim sembari memperlihatkan bukti sertifikat aslinya.

Baca Juga: Berantas Tambang Ilegal di Sulteng, Gubernur Temani Menhan Turun ke Morowali

Sebelumnya diberitakan Ketua Gapensi Sulteng Hj. Salmah Rahman mengatakan jika memang ruko dua lantai yang menjadi kantor Gepensi Sulteng milik Hasyim Hadaddo, mestinya diperlihatkan surat atau bukti kepemilikannya, atau diperlihatkan kalau ada kwitansi pembeliannya.

“Kalau memang milik pak Hasyim Hadaddo, mestinya beliau tunjukkan sertifikat kepemilikannya dan mana kwitansi pembelian? Dan dibeli dari mana (siapa)?,” ujar Ketua Gapensi Sulteng itu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *