Reses di BRI Palu, Andhika Amir Bahas Serapan Dana dan Akses Kredit bagi Masyarakat

Reses di BRI Palu, Andhika Amir Bahas Serapan Dana dan Akses Kredit bagi Masyarakat
Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir (kiri) saat menyerahkan cenderamata kepada Kepala Cabang BRI Palu Budi Prastiyanto, Jum'at (10/10/2025).

PALU – Anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, melakukan kunjungan kerja reses di Kantor BRI Cabang Palu, Jalan Moh. Hatta, Jumat (10/10/2025).

Senator muda yang juga putra mantan Wagub Sulteng Ma’mun Amir, datang bersama tenaga ahli dan sejumlah stafnya di Kantor Perwakilan DPD RI di Palu.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Senator Andhika Amir Ajak Siswa SMA 1 Nuhon Amalkan 4 Pilar Kebangsaan

Kedatangan rombongan disambut langsung Kepala Cabang BRI Palu, Budi Prastiyanto, bersama jajaran manajemen.

Dalam dialog bersama pihak BRI, Andhika yang juga anggota Komite IV DPD RI membahas beberapa program strategis nasional. Mulai dari Makan Siang Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), serta serapan anggaran Rp100 triliun dari Kementerian Keuangan.

Ia mempertanyakan, sudah sejauh mana dana pemerintah yang disalurkan melalui BRI, benar-benar terserap dalam mendukung ekonomi rakyat, terutama sektor UMKM.

Baca Juga: Dana Bagi Hasil SDA Rugikan Sulteng, Andhika Amir: Tidak Adil bagi Daerah

“Banyak masyarakat mengeluh sulit mengakses pinjaman bank. Padahal, mereka punya usaha dan butuh modal. Karena prosesnya berbelit, akhirnya mereka beralih ke pinjaman online, atau pinjol” kata Andhika.

Ia juga menyinggung kesiapan BRI dan bank-bank Himbara dalam mendukung program Koperasi Merah Putih, khususnya dalam akses pembiayaan bagi masyarakat kecil dan koperasi.

SOSIALISASI KUR MASIH MINIM

Kepala Cabang BRI Palu, Budi Prastiyanto, menyebut penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Tengah berjalan cukup baik.

“Setiap bulan, penyaluran KUR bisa mencapai Rp51 miliar ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Tiga Kelurahan di Palu Percaya Gubernur, Bisa Selesaikan Sengketa Lahan Eks HGB

Namun, ia mengakui masih minimnya sosialisasi KUR di lapangan. Padahal, kata dia, masyarakat bisa mengajukan pinjaman Rp10 juta hingga Rp100 juta tanpa agunan, asalkan punya usaha yang jelas.

Budi juga mengungkapkan, kendala data SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang masih menjadi penghalang bagi banyak warga, terutama korban gempa 2018.

“Banyak warga ingin bangkit berusaha, tapi catatan kredit mereka masih bermasalah. Selama data itu belum dihapus oleh OJK atau lembaga kredit, sistem tidak bisa meloloskan pengajuan baru,” jelasnya.

Baca Juga: Pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Dipicu Kredit Fiktif, Apakah Belasan Orang Saja yang Terlibat?

Ia berharap, Andhika bisa membantu mencari solusi agar masyarakat tidak terus terhambat oleh sistem data tersebut.

KOPERASI MERAH PUTIH

Menyoal program Koperasi Merah Putih, Budi mengungkapkan baru sedikit koperasi yang mengajukan pinjaman ke BRI. Pihaknya masih mempelajari jenis usaha dan kesiapan sumber daya manusianya.

“Masih banyak yang salah paham soal dana Rp3 miliar itu. Di desa ada yang mengira bisa jamin pakai Dana Desa, padahal belum ada aturannya,” katanya.

Baca Juga: Istri Gubernur Sulteng Kenalkan Batik Bomba kepada Dunia di Ajang IN2MOTIONFEST 2025

Untuk saat ini, BRI masih fokus mendukung program MBG sambil menunggu perkembangan lebih lanjut terkait Koperasi Merah Putih.

Kunjungan Andhika Amir di BRI Palu, menjadi bagian dari reses DPD RI untuk menyerap aspirasi dan memastikan pelaksanaan program pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat, khususnya di Sulawesi Tengah. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *