Reses di Momen Natal, Ketua DPRD Morut Serap Aspirasi Warga Tiu dan Tontowea

Reses di Momen Natal, Ketua DPRD Morut Serap Aspirasi Warga Tiu dan Tontowea
Suasana reses Ketua DPRD dan anggota DPRD Morut, Warda Dg Mamala dan Yaristan Palesa, di dua desa di Kecamatan Petasia Barat, Sabtu (20/12/2025). (Foto: IST).

MOROWALI UTARA – Ketua DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah, Warda Dg Mamala, SE, bersama anggota DPRD Morut Yaristan Palesa, SH, melaksanakan reses di dua desa di Kecamatan Petasia Barat, Sabtu (20/12/2025).

Dua desa yang menjadi tempat reses yakni Desa Tiu dan Desa Tontowea.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Menguat, Warda Masih Diinginkan Pimpin Golkar Morut

Reses kedua politisi Partai Golkar itu mendapat sambutan antusias dari warga dua desa.

Warga tampak memadati lokasi sejak awal kegiatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan yang mereka rasakan.

Sejumlah usulan disampaikan, terutama terkait pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan sektor pertanian, serta dukungan bagi pelaku UMKM di dua desa.

Baca Juga: Sembako Murah Warda Dg Mamala di Pasar Kolonodale Diserbu Warga

Ketua DPRD Morut, Warda Dg Mamala, mengatakan reses menjadi momen penting bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

“Ini adalah kewajiban kami sebagai wakil rakyat. Semua aspirasi yang masuk akan kami catat dan perjuangkan agar masuk dalam program pembangunan daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pelayanan Ibadah, Yaristan Palesa Bantu Alat Musik GSJA Kolonodale

Ia menegaskan, DPRD Morowali Utara berkomitmen mendorong program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Pembangunan harus dirasakan hingga ke desa-desa, bukan hanya di pusat kota,” tambah Warda.

Reses kali ini juga berlangsung dalam suasana kebersamaan menjelang perayaan Natal 2025. Ketua DPRD Morut turut berbagi minuman Natal kepada warga Nasrani yang hadir.

Baca Juga: Kajati Sulteng Apresiasi Capaian Kejari Morowali Utara

Salah seorang warga mengaku bersyukur dan merasa diperhatikan. Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan DPRD memberi harapan agar persoalan di desa mereka segera ditindaklanjuti.

Kegiatan reses ditutup dengan dialog terbuka antara warga dan kedua wakil rakyat tersebut. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *