Rohaniawan Polri di Poso Rutin Sambangi Gereja, Lakukan Doa Bersama dengan Anak-anak Kristiani

Rohaniawan Polri di Poso rutin perkuat iman anak-anak Kristiani.
Suasana gereja Minggu pagi di Kabupaten Poso yang disambangi rohaniawan Polri. (FOTO: IST).

POSO – Upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terus dilakukan jajaran Polri.

Rohaniawan Kamtibmas Satgas II Preemtif Ops Madago Raya, Jumat (5/9/2025), menyambangi anak-anak Kristen yang mengikuti ibadah Paskah Sekolah Minggu.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Jatam Sulteng Minta Gubernur Anwar Hafid Segera Tertibkan Tambang Ilegal

Dalam kegiatan tersebut, rohaniawan Aiptu Halput Tarusu hadir GSPDI Kelurahan Lembomawo, Kecamatan Poso Kota Selatan.

Di gereja Kelurahan Lembomawoto pagi itu, Halput memberikan pelayanan rohani sekaligus penguatan iman. Anak-anak yang hadir diajak selalu berharap kepada Tuhan dalam setiap langkah mereka.

Momen kebersamaan tersebut menjadi sarana penting dalam mendekatkan aparat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga: Pencegahan Paham Radikal di Poso Terus Digencarkan melalui Sambang Warga

Kegiatan sambang rohani pagi itu, ditutup dengan doa berkat yang dipimpin langsung oleh rohaniawan Kamtibmas.

Doa bersama ini menjadi simbol harapan agar seluruh jemaat senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan, serta diberi kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Selain memberi dukungan spiritual, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberi dampak positif yang lebih luas.

Baca Juga: Disepakati, Ditlantas Polda Sulteng Kenakan Denda Adat Satu Ekor Kambing bagi Pemilik Motor Berknalpot Brong

Menurut Aiptu Halput Tarusu, dirinya rutin menyambangi gereja.Kehidupan yang rukun dan damai adalah fondasi penting dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Kita berharap melalui giat kerohanian ini, anak-anak maupun tokoh gereja bisa terus menjadi teladan dalam memelihara persaudaraan,” ujarnya.

Baca Juga: Semua Lega, Demo 1 September di Palu Tertib dan Aman

Satgas II Preemtif menilai, kegiatan rohani seperti ini memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas keamanan.

Poso, yang memiliki latar belakang keberagaman masyarakat, membutuhkan pendekatan humanis untuk mencegah potensi konflik sosial terjadi kembali di kabupaten itu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *