PARIGI MOUTONG — Satgas Madago Raya terus memperkuat pengawasan dan edukasi di lingkungan pendidikan. Sabtu (22/11/2025) lalu misalnya.
Tim Dai Kamtibmas Polri dari Satgas II Preemtif menyambangi SMAN 1 Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, untuk berdiskusi langsung dengan pihak sekolah soal pencegahan paham radikalisme di kalangan pelajar.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Intensifkan Patroli di Wilayah Pegunungan Parimo dan Poso
Tiga personel Satgas, Aiptu Irwan, Aiptu Zulham, dan Aiptu Arwin Abubakar, diterima oleh kepala sekolah dan dewan guru. Pertemuan hari itu membahas langkah-langkah pembinaan dan pendampingan agar siswa tetap berada dalam lingkungan belajar yang aman dan sehat secara ideologis.
Dai Kamtibmas Polri, Aiptu Irwan, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi Polri dengan lembaga pendidikan. Generasi muda saat ini, semakin rentan menjadi target penyebaran paham radikal, sehingga pendampingan berkelanjutan menjadi sangat penting.
Baca Juga: Poso Semakin Aman, Warga Rasakan Kedamaian Berkat Kehadiran Satgas Madago Raya
Dalam dialog itu, Satgas mengajak pihak sekolah memperkuat kerja sama dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila dan moderasi beragama.
Menurut Satgas, peran guru sangat menentukan dalam mencegah penyebaran ideologi yang menyimpang di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Patroli di Gunung Tangkura Poso Selama 10 Hari
Selain menyampaikan imbauan, tim Dai Kamtibmas juga membuka ruang komunikasi dua arah dan memastikan siap membantu jika muncul indikasi paham intoleran di kalangan pelajar.
Pihak SMAN 1 Torue menyambut baik kegiatan tersebut. Wakasek Kesiswaan, Amiruddin Bin Asse, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Polri terhadap dunia pendidikan.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Berikan Bantuan Kipas Angin dan Sajadah ke TPA dan Masjid di Sigi
Ia menegaskan, sekolah mendukung penuh upaya menjaga lingkungan belajar tetap bebas dari pengaruh yang menyesatkan.
“Sinergi ini diharapkan dapat membentuk generasi yang kuat dan memiliki ketahanan ideologi di tengah arus informasi yang semakin terbuka,” ujarnya. (*)





