PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina Wiswadewa mewakili Gubernur Sulteng.
Sekdaprov hadir di kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Master Plan Pengelolaan Darat dan Laut Terintegrasi Regional PADAGIMO (Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong) yang digelar di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis pagi (18/12/2025).
Baca Juga: Pemprov Sulteng Siapkan 5 Program Strategis Bidang Pendidikan di 2026
Konsultasi publik menjadi bagian penting dalam merumuskan arah pembangunan jangka menengah hingga panjang, khususnya dalam menyatukan pengelolaan wilayah darat dan laut yang selama ini cenderung berjalan terpisah.
Dalam sambutannya, Novalina menjelaskan bahwa penyusunan master plan tersebut merupakan salah satu keluaran Proyek SOLUSI (Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia), hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman melalui Bappenas dan BMUV.
Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Minta Jajaran PU Sulteng Bertransformasi ke Digital
Proyek ini, kata dia, didukung oleh CIFOR–ICRAF Indonesia bersama mitra konsorsium dan mencakup wilayah Regional PADAGIMO, meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.
“Master plan menjadi langkah strategis untuk menyatukan pengelolaan ruang darat dan laut dalam satu kesatuan ekosistem. Saat ini, hanya tiga provinsi di Indonesia yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Jerman, yakni Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, dan Bangka Belitung,” ujar Novalina.
Ia menambahkan, dokumen master plan tersebut akan menjadi pedoman dalam menyusun rencana aksi pembangunan daerah. Tindak lanjutnya akan diintegrasikan melalui forum perencanaan seperti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) khusus guna memastikan implementasi yang tepat sasaran.
Baca Juga: KPK Rekomendasi Pemprov Sulsel Belajar Sistem Proyek Multi Years di Sulteng
Menurut Novalina, keterkaitan antara wilayah hulu, pesisir, dan laut tidak bisa dipisahkan. Aktivitas di darat berpengaruh langsung terhadap kondisi pesisir dan laut. Sementara kesehatan ekosistem laut menentukan keberlanjutan perikanan serta perekonomian masyarakat pesisir.
Sulawesi Tengah sendiri dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Wilayahnya mencakup hutan luas, kawasan lindung, sungai besar, wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, serta jalur strategis di Teluk Tomini dan Selat Makassar.
Namun, potensi besar tersebut juga dihadapkan pada tantangan serius, seperti alih fungsi lahan, degradasi lingkungan pesisir, tekanan pemanfaatan ruang yang belum terintegrasi, hingga meningkatnya risiko bencana akibat perubahan iklim.
Baca Juga: Ketua HNSI Sulteng Kecam Perusakan Rompon Nelayan di Teluk Tomini
“Dalam sepuluh tahun terakhir, lebih dari 90 persen bencana di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi. Di Sulawesi Tengah, kita merasakan langsung peningkatan banjir, longsor, cuaca ekstrem, hingga degradasi pesisir. Karena itu, perencanaan harus mampu menjawab tantangan masa depan,” jelasnya.
“Hari ini, kami menerima masukan dari akademisi Universitas Sulawesi Tengah dan pemangku kepentingan lainnya. Seluruh masukan akan dirumuskan dalam rencana aksi agar master plan ini inklusif, berbasis data, dan aplikatif sesuai karakteristik Sulawesi Tengah,” tambah Novalina.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Serahkan SK 1.103 PPPK Pemprov, Didominasi Tenaga Guru
Pemprov Sulteng menegaskan komitmennya menjadikan master plan tersebut sebagai rujukan resmi dalam penyusunan kebijakan daerah. Termasuk RPJMD mendatang, harmonisasi RTRW Provinsi, serta perencanaan sektoral di bidang kehutanan, pertanian, perikanan, dan lingkungan hidup.
Sementara itu, Peneliti CIFOR–ICRAF Indonesia, Feri Johana, menyampaikan bahwa pendekatan Pokja SOLUSI merupakan model baru dalam memperkuat keterkaitan pengelolaan bentang darat, pesisir, dan laut sebagai satu sistem ekologis dan sosial yang saling terhubung.
Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Palu Hampir 2 Ribu, Wagub Reny Minta Pelajar Jauhi Pergaulan Bebas
“Perencanaan terintegrasi darat dan laut sangat penting untuk memastikan kesehatan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang. ICRAF ingin menjadi bagian dari pembangunan Sulawesi Tengah demi kesejahteraan generasi mendatang,” ujarnya. (*)





