Sekkot Palu Saksikan Ikrar Setia NKRI Seorang Napiter Lapas Palu

Sekkot Palu Saksikan Ikrar Setia NKRI Seorang Napiter Lapas Palu
Prosesi pengucapan sumpah setia seorang Napiter, Kamis (4/12/2025), yang turut disaksikan Sekkot Palu Irmayanti Pettalolo. (Foto: IST).

PALU – Wali Kota Palu diwakili Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Irmayanti Pettalolo, menghadiri pelaksanaan Ikrar Setia NKRI, Kamis (4/12/2025).

Hari itu seorang narapidana terorisme (Napiter) mengucap ikrar bertempat di Aula Lapas Kelas IIA Palu, sekitar pukul 09.00 Wita.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Istri Eks Napiter Poso Terima Bantuan Mesin Jahit dari Kapolda Sulteng

Lapas Palu menyebutkan, narapidana berinisial IHS secara resmi menyatakan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikrar ini merupakan bagian dari program deradikalisasi yang melibatkan BNPT, Densus 88 AT Polri, dan sejumlah instansi terkait.

Prosesi berlangsung khidmat. Kegiatan diawali Lagu Indonesia Raya, pembacaan ikrar, penandatanganan dokumen, pembacaan Pancasila, hingga penghormatan dan penciuman bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen kebangsaan.

Baca Juga: Jum’at Berolahraga, Polda Sulteng Launching Bhayangkara Healthy Sport

Acara kemudian ditutup dengan sambutan pejabat, doa, dan sesi foto bersama.

Sejumlah pihak turut hadir menyaksikan, di antaranya perwakilan Kanwil Kemenkumham Sulteng, BIN Daerah, Polresta Palu, Kodim 1306 Palu, Densus 88 AT, Bapas Palu, rohaniawan Kemenag, serta pejabat struktural Lapas Palu.

Kepala Lapas Palu, Makmur, menegaskan bahwa ikrar ini menjadi momentum penting bagi proses pembinaan narapidana terorisme.

Baca Juga: Ada Hubungan Terlarang, Pelaku Tega Habisi Istri Temannya Sendiri

“Ikrar hari ini bukan seremonial, tetapi komitmen moral untuk meninggalkan paham radikal dan kembali ke ideologi negara. Kami berharap ini menjadi langkah awal menuju reintegrasi sosial,” ujarnya.

Ia memastikan Lapas Palu bersama seluruh pemangku kepentingan, terus memperkuat program rehabilitasi dan deradikalisasi.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Bagus Kurniawan, juga mengapresiasi kelancaran kegiatan. Ia menilai deradikalisasi adalah langkah membentuk kembali jati diri warga binaan sebagai bagian dari masyarakat yang cinta damai.

Baca Juga: Struktur Baru Golkar Sulteng 2025-2030 dan Agenda Konsolidasi Politik ke Depan

Usai menyampaikan ikrar, IHS menyatakan tekadnya untuk berubah.

“Saya meninggalkan pemikiran yang salah. Saya ingin memperbaiki diri, hidup damai, dan menjunjung tinggi Pancasila serta persatuan bangsa,” katanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *