PALU – Selamat bekerja Sry Nirwanti Bahasoan. Ia resmi dikukuhkan menjadi Ibunda Guru Sulawesi Tengah, pada Jum’at (12/9/2025) di Palu.
Pengukuhan Sry Nirwanti Bahasoan sebagai Ibunda Guru dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid.
Baca Juga: Wagub Reny Lamadjido Harapkan Perempuan Jadi Penggerak Pelestarian Budaya Kaili
Pengukuhan dilakukan di momen Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) PGRI Sulteng.
Acara berlangsung khidmat. Turut hadir Wakil Ketua PB PGRI, Baskara Aji, Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, serta 13 pengurus PGRI kabupaten/kota se-Sulteng.
Di momen itu, Gubernur Anwar mengakui peran guru sangat vital dalam mencetak generasi unggul. Pemerintah provinsi, katanya, akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru dan memastikan akses pendidikan yang merata di seluruh daerah.
Baca Juga: LIBU MOMI Sulteng Komitmen Menjaga Kelestarian Budaya Kaili
“Guru adalah pilar peradaban. Tanpa guru kita tidak bisa berdiri di sini. Karena itu, melalui program BERANI Cerdas, pemerintah menghadirkan pendidikan gratis untuk SMA, SMK, dan SLB, termasuk biaya prakerin,” kata Anwar Hafid.
“Semua ini bentuk komitmen agar anak-anak tidak terhalang biaya untuk menuntut ilmu,” tambah Gubernur Sulteng itu.
Baca Juga: Demokrat Sulteng Meriahkan HUT Partai ke-24, Kian Istimewa karena Anwar Hafid Jadi Gubernur
Setelah dikukuhkan, Sry Nirwanti Bahasoan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
Ia berjanji akan berperan aktif mendukung perjuangan para guru, baik dalam meningkatkan kualitas pengajaran maupun memperkuat solidaritas di tubuh PGRI.
Baca Juga: Lantik 30 Pejabat Fungsional, Wagub Reny Lamadjido Minta Pimpinan OPD Berikan Ruang untuk Berinovasi
“Ini amanah besar. Saya berharap bisa menjadi penghubung aspirasi guru dan memberi semangat agar para pendidik tetap teguh mencerdaskan anak bangsa. Bersama PGRI, kita majukan pendidikan di Sulteng,” ujarnya.
Konkerprov PGRI Sulteng tahun ini, menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, organisasi profesi, dan para pendidik dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas di Bumi Tadulako. (*)





