LUWUK — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Astacita bersama para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah di Hotel Estrella, Luwuk, Kabupaten Banggai, Senin (17/11/2025).
Forum itu menjadi ruang penting untuk memastikan program prioritas nasional berjalan selaras di seluruh kabupaten/kota.
Acara tersebut juga dihadiri Kapolda Sulteng Irjen Pol. Endi Sutendi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng Nuzul Rahmat, Kepala Staf Kodam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, para bupati/wali kota, serta jajaran perangkat daerah.
Baca Juga: Wagub Reny Lamadjido Harapkan Pramuka Tidak Hanya Pandai Berkemah, Tapi Kritis dan Inovatif
Gubernur Anwar menekankan, rakor itu menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai program Astacita di Sulteng. Mulai dari Makan Bergizi Gratis, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan ketahanan pangan.
“Ini adalah rapat koordinasi pertama yang kita selenggarakan di penghujung tahun, untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program Presiden dan Wakil Presiden di Sulawesi Tengah. Para bupati dan wali kota akan memaparkan capaian Astacita di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga: Politisi Amrullah Almahdaly Meninggal di Jakarta, Petang Ini Dimakamkan di Palu
Pada kesempatan itu, ia memaparkan perkembangan Program Sekolah Rakyat yang telah berjalan di Tojo Una-Una, Sigi, dan satu unit di tingkat provinsi.
Program tersebut membiayai penuh pendidikan anak dari keluarga tidak mampu, dan dinilai efektif menekan angka kemiskinan. Dalam waktu dekat, Sekolah Rakyat berkapasitas 1.000 siswa akan mulai dibangun.
Di sektor kesehatan, program Pemeriksaan Kesehatan Gratis mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan, karena terbukti efisien melalui layanan deteksi dini. Sementara Program Koperasi Merah Putih masih terkendala lahan di sejumlah daerah.
Baca Juga: Anwar Hafid: Saya Bahagia Morowali Utara Terus Tumbuh
“Tidak ada persoalan besar yang bisa diselesaikan tanpa kerja sama. Kuncinya kerja sama. Saya berharap seluruh, pimpinan daerah terus bersinergi menyukseskan Astacita pada 2026. Ini harapan kita bersama untuk kemajuan Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Ia mengingatkan seluruh kepala daerah agar penyusunan RPJMD 2025–2030, harus sejalan dengan kerangka pembangunan nasional berbasis Astacita.
Dukungan anggaran pusat, kata Gubernur Sulteng, akan mengalir optimal kepada daerah yang menjalankan program prioritas nasional. Sementara program yang tidak linear, menggunakan APBD masing-masing.
Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Siap Tengahi Permasalahan PPPK Donggala
Merujuk penjelasan Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, ia mengungkapkan pada 2026 anggaran kementerian/lembaga diproyeksikan naik hingga dua kali lipat. Sedangkan anggaran pemerintah daerah turun sekitar 40%.
“Artinya, kita harus lebih kreatif. Password untuk mendapatkan alokasi anggaran itu adalah Astacita. Selama program kita selaras dengan Astacita, dukungan dana dipastikan mengalir,” tegasnya.
Baca Juga: Demokrat Sulteng Meriahkan HUT Partai ke-24, Kian Istimewa karena Anwar Hafid Jadi Gubernur
Gubernur bilang bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki alokasi anggaran terbesar dalam sejarah Indonesia. Kebutuhan pangan lokal meningkat, terutama ayam, telur, dan sayuran.
Tapi sayangnya, produksi Sulteng belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan, sehingga sebagian pasokan masih didatangkan dari luar daerah. Ia meminta agar Sulteng bisa merebut peluang ini. (*)





