PALU— Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menegaskan komitmennya menjadikan Sulawesi Tengah sebagai basis utama kemenangan PSI di Pemilu 2029 mendatang.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI di Palu yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPW dan DPD PSI se-13 kabupaten/kota di Sulteng, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Sejumlah Nama Tersohor Berlabuh di PSI Sulteng
Dalam pidatonya, Ahmad Ali menekankan bahwa dipilihnya Sulawesi Tengah sebagai lokasi Rakorwil pertama bukan tanpa alasan.
“Hari ini kita memilih Sulawesi Tengah sebagai tempat pertama kita melaksanakan rapat koordinasi wilayah. Tentunya dimaknai bahwa PSI akan menjadikan Sulawesi Tengah secara keseluruhan sebagai basis utama pada Pemilu 2029,” ujar politisi asal Sulawesi Tengah itu.
Menurutnya, arahan DPP saat ini memang fokus pada lolosnya PSI sebagai peserta Pemilu, termasuk melalui verifikasi faktual pada 2026–2027. Namun, tujuan akhir dari kerja-kerja tersebut adalah kemenangan besar di 2029.
Baca Juga: Tiba di Palu, Ratusan Kader Jemput Ketum PSI Kaesang Pangarep
“Goal daripada kelolosan kita, perjuangan kita, meloloskan partai ini menjadi peserta pemilu adalah menang besar pada Pemilu 2029. Menang besar itu bukan sesuatu mimpi, bukan khayalan, karena pernah kita lakukan, kita pernah menangkan di Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Ia mengingatkan para kader, PSI pernah meraih kemenangan signifikan di Sulteng pada 2019. Karena itu, kemenangan tersebut harus kembali direbut.
“Mari kita kembali merebut kemenangan 2019. Siap? Siap? Kita tahu cara merebut kemenangan itu. Saya tidak perlu mengajari kalian, karena kalian adalah barisan yang pernah memenangkan pertandingan pada tahun 2019,” katanya berapi-api.
Baca Juga: ‘Take Off’ Menuju Pemilu 2029, Besok Rakorwil PSI Sulteng di Palu
Ahmad Ali juga menegaskan, kemenangan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa direbut. “Karena mereka yang ada di luar sana juga ingin mengambil kemenangan itu. Tapi kita adalah juara. Setuju? Kita adalah juara. Kita tahu cara untuk menjadi juara,” serunya.
Ia juga menyinggung pentingnya membangun persepsi publik terhadap PSI sebagai partai baru. Komunikasi publik, kata dia, harus digerakkan kembali, termasuk menyapa masyarakat dari berbagai lapisan.
“Pondok pesantren, alim ulama, masyarakat paling bawah, itu adalah bagian daripada perjuangan PSI,” ucapnya mengingatkan.
Ahmad Ali optimistis bila PSI kembali menang di Sulteng, maka aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan lebih maksimal. “Ketika Partai Solidaritas Indonesia kita menangkan di Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Provinsi, Ketua DPRD Kota dan Kabupaten dipimpin oleh kader PSI. Insya Allah aspirasi masyarakat Sulawesi Tengah kita akan perjuangkan lewat kader-kader PSI,” komitmen Ketua DMI Sulteng itu.
Ia menginstruksikan seluruh pengurus membuka kembali kantor-kantor partai di kabupaten/kota dan mengoptimalkannya sebagai pusat pelayanan masyarakat. Jadikan kantor-kantor PSI tempat membicarakan kepentingan masyarakat, sehingga setiap permasalahan mereka, yang harus mereka ingat adalah PSI.
Di hadapan pengurus yang baru dilantik, Ahmad Ali menekankan bahwa jabatan di partai bukan warisan.
“Siapa yang tidak mampu bekerja dengan baik, dengan standar yang kita tentukan, silakan cari penggantinya untuk mengganti dirimu,” katanya. Hal ini, lanjutnya, menjadi tradisi yang harus dibangun di PSI Sulteng.
Baca Juga: Nafas Baru PSI Sigi Bersama Adi Kabarani Repadjori (AKR)
Ke depan, ia juga menetapkan beberapa target struktural. Seluruh DPRt, menurutnya, harus sudah terbentuk dan dilantik pada kuartal pertama 2026. Selain itu, seluruh kecamatan wajib memasang baliho PSI.
“Mesin cetak kita sudah punya dua. Saya minta bendahara untuk mengoperasikan. Setiap kecamatan ada lima baliho ukuran 3×4 sudah harus terpasang, dan pelan-pelan masuk ke desa-desa,” ujarnya.
Adapun standar foto dalam baliho, kata Ahmad Ali, adalah Ketua Umum PSI, Ketua Harian, dan Presiden Jokowi. “Karena yang dikenal di Sulawesi Tengah ini, Ketua Umum dan Ketua Harian, dan Pak Jokowi. Karena ini kampung saya,” tutupnya. (*)





