LUWUK – Hati orang tua mana yang tidak terguncang, bila buah hatinya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa alias meninggal dunia.
Kejadian memilukan ini terjadi di Pelabuhan Tilongkabila Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Minggu pagi (11/1/2026).
Baca Juga: Pria 60 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Indekos Luwuk
Seorang bocah laki-laki berusia sekitar tujuh tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam.
Peristiwa ini bikin heboh warga setempat dan dengan cepat menyebar di media sosial.
Kabar duka tersebut pertama kali viral setelah sejumlah warga mengunggah informasi di media sosial.
Baca Juga: Ada Jungle Party Sambut Tahun Baru 2026 di Swiss-Bellin Luwuk
Salah satunya Ebi Umar, warga Luwuk, yang menuliskan, “Anak jatuh di Pelabuhan Tilongkabila samping Kantor Perhubungan Luwuk.”
Unggahan itu langsung menuai perhatian dan keprihatinan warganet.
Kepala KUPP Luwuk, Hasfar, menjelaskan tidak ada saksi mata yang melihat langsung peristiwa korban jatuh ke laut. Saat kejadian, petugas piket sedang bersiap melakukan serah terima tugas.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Membangun Wilayah Kepulauan di Sulteng
“Kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam dan berharap keluarga korban diberi ketabahan,” ujar Hasfar.
Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Kelurahan Karaton, Kabupaten Banggai.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di kawasan pelabuhan yang memiliki risiko tinggi.
Baca Juga: Tahun Ini, Peredaran Narkoba di Kabupaten Banggai Meningkat 8 Persen
Di media sosial, berbagai komentar empati bermunculan. Sejumlah warganet menyoroti perlunya pengawasan yang lebih ketat.
Sementara lainnya mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarluaskan foto atau video kejadian demi menghormati perasaan keluarga korban.
Baca Juga: Lapas Luwuk Berhasil Gagalkan Penyelundupan 1.000 Paket Obat Terlarang
Unggahan paling menyayat hati datang dari ibu korban, Utari Halil. Ia menuliskan, “Kasih pulang saya punya anak, kasian… ini baju yang dia pakai.” Pesan tersebut mengundang gelombang doa dan dukungan dari masyarakat.
Sebelum kabar duka itu terkonfirmasi, Utari sempat mengunggah permohonan bantuan untuk mencari anaknya yang hilang.
Baca Juga: Perangkat Desa Se-Sulteng Gelar Konsolidasi Di Banggai
Ia menyebutkan ciri-ciri pakaian yang dikenakan serta lokasi terakhir korban terlihat, sembari menjelaskan bahwa anaknya mengalami keterlambatan bicara.
Kejadian ini diharapkan tidak terulang. Masyarakat dan petugas pelabuhan diminta lebih sigap dalam menjaga keselamatan anak-anak di ruang publik. (*)





