MOROWALI – Sorotan terhadap izin Tersus (Terminal Khusus) pelabuhan atau jetty PT Bukit Jejer Sukses di Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, sudah ditelusuri Pemkab Morowali. Tim Pemkab langsung melakukan pengecekan ke lokasi perusahaan di Topogaro.
Tim Pemkab Morowali yang turun ke lapangan dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Morowali.
Baca Juga: Ilyas: Izin Tersus Jetty PT Bukit Jejer Sukses Sudah Lengkap
“Tim sementara turun lapangan. Sementara di sana (Topogaro) mereka. Menurut hasil verifikasi di sana sekarang, perusahaan sudah perlihatkan lampiran-lampiran surat izinnya. Ada semua,” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Morowali, Yusman Mahbub, dihubungi Jum’at (7/11/2025) siang.
Terkait izin Tersus untuk beroperasinya jetty, menurut Yusman kewenangannya ada di pusat. Pengurusan izinnya semua di Jakarta.
Baca Juga: Jetty Beroperasi Ilegal di Topogaro, Pemkab Morowali Langsung Cek Izin PT Bukit Jejer Sukses
“Karena ini adalah kewenangan pusat, semua izinnya diurus di pusat, termasuk PKKPR (persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang). Hanya rekomendasi untuk izin lautnya melalui provinsi,” jelas Yusman lagi.
“Jadi, hari ini sudah saya turunkan ke sana tim untuk periksa izin perusahaan. Catatan-catatan syarat izinnya semua itu, ada dengan tim,” tambah Sekkab Morowali Jum’at siang.
Untuk lebih jelasnya, Yusman mengaku akan menerima laporan hasil peninjauan lapangan secara tertulis dari Kadis Perhubungan. Disitu akan terlihat semua, apa saja daftar izin-izin yang dimiliki perusahaan sekarang terkait jetty mereka di Topogaro.
Baca Juga: Jetty PT Bukit Jejer Sukses di Morowali Diduga Tak Berizin, Rafael: Tanya Syahbandar ya pak!
“Tim di lapangan baru sebatas memberi laporan lisan melalui telepon ke saya. Nanti mereka akan buat laporan hasil lapangannya,” kata Sekkab.
Saat tiba di Topogaro, pihak perusahaan cukup kooperatif. Apa yang diminta tim Pemkab untuk diperlihatkan, mereka perlihatkan.
“Semua diperlihatkan tadi. Informasi sementara dari Kadis Perhubungan, sudah lengkap semua izinnya,” tutur Sekkab Yusman Mahbub.
Baca Juga: Komnas HAM Sulteng Kritik Kehadiran Aparat di Perkebunan Sawit PT KLS Taronggo
Meski izin jetty perusahaan sudah dinyatakan lengkap, Sekkab Morowali tetap meminta Kadis Perhubungan untuk membawa kopian dokumen-dokumen izin tersebut. Apalagi izinnya semua diterbitkan pusat.
“Saya juga belum pernah lihat persis terkait izin Tersus jetty. Makanya saya minta dibawakan foto copy-nya. Saya juga mau lihat langsung,” ujar Sekkab kepada kadis perhubungan.
Termasuk izin yang dikeluarkan di sistem OSS, Yusman meminta foto copy-nya dari pihak perusahaan. Karena saat ini, semua izin melalui OSS secara online.
Kepada tim pemkab, perusahaan juga memperlihatkan surat rekomendasi Bupati Morowali tahun 2020. Rekomendasi Bupati menjadi salah satu dasar sehingga izin lainnya bisa terbit.
“Untuk sementara ini izinnya lengkap. Tapi saya akan lihat dulu dokumen-dokumen yang dibawa ke saya nanti,” tutup Sekkab Morowali.
IZIN DIPERTANYAKAN
Sebelumnya diberitakan, pengoperasian pelabuhan atau jetty PT Bukit Jejer Sukses diduga tanpa mengantongi izin Tersus.
Perusahaan sawit di Topogaro itu sudah mengoperasikan jetty-nya kurun waktu sekitar tiga tahun, namun perizinan jetty ditengarai belum ada.
Selain jetty, dugaan masalah lainnya adalah permasalahan Sertifikat Hak Guna Bangunan ( SHGB ) jetty PT Bukit Jejer Sukses di Pantai Topogaro (lokasi di seberang jalan masuk pabrik) tumpang tindih dengan lahan milik PT BTIIG (Baoshuo Taman Industry Investment Group), perusahaan pengolahan nikel asal China.
Media Terapkan Jurnalisme Konstruktif Dorong Industri Sawit lebih Berperan Aktif
Kemudian, izin lokasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dari Dinas Tata Ruang dan BPN/Kantah Morowali, juga dipertanyakan.
Izin Operasional dermaga/jetty dari Kementerian/Dinas Perhubungan, serta izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), juga disebut-sebut juga belum ada.
Baca Juga: Keakraban Dua Srikandi Partai Golkar Morowali Raya di Musda XI Golkar Sulteng
Manajer PT Bukit Jejer Sukses, Rafael, yang dikonfrimasi beberapa hari lalu hanya menjawab singkat pertanyaan media ini. Ia belum mau menjelaskan secara detail.
“Tolong ke Syahbandar (Morowali) ya pak,” jawab Rafael singkat. (*)





